Radar Kajen

Duh, Dari 5 Warung Saja Satpol Berhasil Menyita 189 Botol Miras

Duh, Dari 5 Warung Saja Satpol Berhasil Menyita 189 Botol Miras

RAZIA – Sebanyak 189 botol miras berhasil diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan dalam razia miras, Kamis malam.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan merazia 189 botol miras (minuman keras) di lima warung, Kamis malam (20/9). Razia ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa sejumlah warung di Kecamatan Kedungwuni, Bojong dan Kajen disinyalir menjual miras.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto mengatakan, razia tersebut dilakukan pada pukul 11 malam. Terdapat dua titik di Kecamatan Kedungwuni, dua di Kajen, dan 1 lokasi di Bojong.

“Hasilnya, kami menyita 189 botol miras dari kelima warung itu. Rencananya kita akan berkoordinasi dengan Polres Pekalongan untuk pemusnahan miras hasil razia tersebut,” jelas Edi kepada Radar Pekalongan, kemarin.

Razia ini dilatarbelakangi adanya laporan dari masyarakat sekaligus melaksanakan Perda dan instruksi dari Bupati Pekalongan. Mengingat peredaran miras di Kota Santri ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, konsumennya tidak hanya orang dewasa, namun juga anak-anak sekolah.

“Setelah ada laporan dari masyarakat, kita melakukan pengintaian terlebih dahulu, sebelum akhirnya melakukan razia tadi malam. Kita cukup khawatir, karena konsumen miras itu juga merambah ke anak sekolah. Sehingga razia ini perlu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi maraknya peredaran miras,” terang Kasatpol Edi.

Pasca razia malam itu, paginya, para pemilik warung dipanggil ke kantor Dinas Satpol PP untuk diberi pembinaan sekaligus teguran. “Kami menegur agar pemilik warung tidak lagi menjual minuman keras di warungnya. Sehingga turut peduli dengan religiusitas dan keamanan di Kota Santri,” kata dia.

“Sebab kita tahu, miras ini sangat mempengaruhi kesadaran peminumnya, dan bisa memicu tindak kriminalitas. Maka, kita mengimbau ke warga untuk bersama mengawasi peredaran miras di Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat disinggung maraknya peredaran dan penyalahgunaan miras, Selasa (18/9), menyatakan, untuk menekan peredaran miras pemda bekerjasama dengan jajaran Kepolisian kerap menggelar operasi pekat. Satpol PP Kabupaten Pekalongan pun kerap menggelar razia miras.

“Kapolres sudah melakukan operasi terus menerus. Satpol PP juga rutin melakukan razia,” ujarnya.

Dikatakan, fenomena munculnya kebiasaan mengonsumsi miras harus ditangkal. Menurutnya, mereka yang mengonsumsi miras sebagian besar diakibatkan terpengaruh budaya urbanisasi. Pengaruh-pengaruh negatif saat mereka bekerja di kota-kota besar terbawa saat mereka pulang kampung.

“Pemerintah akan terus melakukan upaya untuk menekan. Orang tua pun harus berperan aktif agar anak-anak mereka tidak mengonsumsi miras,” pungkasnya. (yan)

Penulis: M Hadiyan

Facebook Comments