Metro Pekalongan

Piye Kiye, Satu Sopir Terindikasi Konsumsi Ganja

Sopir Tes Urine

TES URINE – Petugas gabungan dari Kantor Kesbangpol, Dinkes, Dishub Kota Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, dan BNN melaksanakan tes urine terharap para sopir bus di Terminal Pekalongan, Jumat (21/9).
WAHYU HIDAYAT

Tes Urine Dadakan di Terminal Pekalongan

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol Kota Pekalongan) bekerja sama dengan Terminal Pekalongan, Dinas Perhubungan, Polres Pekalongan Kota, Dinas Kesehatan, BNN Batang, dan Kodim Pekalongan menggelar tes urine dadakan di Terminal Pekalongan selama dua hari, Kamis (20/9) dan Jumat (21/9).

Tes urine menyasar para sopir maupun awak bus umum yang ada di Terminal Pekalongan. Di hari pertama sidak (20/9) yang dimulai sekira pukul 08.00 itu, ada 48 sopir yang menjalani tes urine. Sedangkan di hari kedua (21/9), sampai pukul 09.30 WIB ada sekitar 30 sopir yang dites urine.

Dari hasil tes urine tersebut, petugas mendapati ada satu sopir bus yang terindikasi positif mengonsumsi ganja. Dalam sampel urine sopir tersebut terkandung zat “THC” (Tetra Hydro Cannabinol), yaitu senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Cannabis atau Ganja.

Informasi yang didapat Radar Pekalongan, pada saat menjalani tes urine, sang sopir dimaksud sempat mencampur sampel urinenya dengan air biasa. Namun hal itu ketahuan oleh petugas yang memeriksa sampel urine. Akhirnya yang bersangkutan diminta mengulang tes urine lagi, sembari diawasi oleh petugas, dan ternyata setelah diperiksa hasilnya terindikasi positif.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pekalongan Bambang Sumitro menjelaskan, sopir yang terindikasi positif mengonsumsi narkoba itu sudah ditangani lebih lanjut.

“Hasil tes urine di hari kemarin (Kamis, 20/9) ada satu driver yang terindikasi menggunakan THC. Kemarin dia sudah kita mintai keterangan,” kata Bambang, Jumat (21/9).

Dari hasil pemeriksaan, ternyata sopir tersebut mengonsumsi ganja sekitar 10 hari lalu di Jakarta. “Infonya dia diberi ganja dan dikonsumsi 10 hari lalu pada saat dia melaksanakan tugas sebagai driver di Jakarta,” ungkapnya.

Bambang menyampaikan, untuk selanjutnya oleh tim terpadu sopir tersebut ditangani lebih lanjut. “Dia menjalani tahap rehabilitasi di Puskesmas Bendan,” tuturnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan kegiatan sidak berupa tes urine terhadap para sopir bus itu juga dilaksanakan rangka Hari Perhubungan Nasional 2018. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mengantisipasi penyalagunaan narkoba di kalangan sopir bus.

“Driver ini kan bertugas melayani masyarakat yang menggunakan jasa transportasi bus. Maka sudah seharusnya dia sehat secara fisik maupun nonfisik karena menyangkut keselamatan para penumpangnya. Maka diimbau untuk tidak mengonsumsi narkoba karena berakibat buruk dan membahayakan keselamatan,” imbuh Bambang. (way)

Facebook Comments