Nasional

Ingat, Daftar CPNS Harus Foto Selfie

Sambil Pegang KTP

Persyaratan untuk seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ada sedikit berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mensyaratkan setiap pelamar untuk selfie sambil memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat proses mengisi form pendaftaran yang diinput dalam situs SSCN. Persyaratan ini agak sedikit membuat masyarakat bingung mengenai fungsi dan tujuannya.

Hal itu dibenarkan Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Muhammad Ridwan saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN). Kata dia, disertakannya persyaratan tersebut untuk memastikan bahwa yang menginput data peserta CPNS di situs SSCN merupakan peserta CPNS atau pelamar itu sendiri, bukan diwakili oleh orang lain. Sehingga dapat disesuaikan antara identitas pelamar dengan penginput data.
“Itu agar kami bisa memastikan bahwa yang input di SSCN adalah si pelamar itu sendiri,” kata Muhammad Ridwan, Jumat (21/9).

Selain itu, berdasarkan pengalaman pada seleksi CPNS tahun sebelumnya, banyak komplain yang diajukan oleh para pelamar saat terjadi kesalahan dalam penginputan data pelamar di situs SSCN. Alhasil, proses pendaftaran ditolak atau tidak diterima oleh sistem yang mengakibatkan pelamar tidak dapat mendaftar. Hingga saat terjadi kesalahan dan komplain, pihak BKN tidak dapat berbuat banyak.

“Tahun lalu banyak kasus di mana yang mengisi form adalah orang lain, lalu terjadi kesalahan. Si pelamar komplain ke kami tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tegasnya.

Untuk diketahui, alur pendaftaran CPNS 2018 sudah banyak beredar di internet, termasuk melalui website sscn.bkn.go.id. Ada tiga tahapan alur mendaftar CPNS 2018 yang akan dibuka pada 26 September. Mulai dari tahap pembuatan akun Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), tahap cetak kartu pendaftaran, dan tahap verifikasi.

Nah, untuk mengunggah foto selfie saat memegang KTP dilakukan ketika pelamar akan melakukan pendaftaran setelah mencetak kartu SSCN. Persyaratan ini menjadi barang baru dan belum pernah diterapkan di pendaftaran CPNS sebelumnya. Untuk melihat alur lengkap pendaftaran CPNS 2018 bisa mengunjungi website BKN https://sscn.bkn.go.id/alur.

Atau pelamar juga bisa melihat tata cara pendaftaran pada Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Tahun 2018 yang dibagikan oleh Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu. Buku tersebut berisi sejumlah informasi penting terkait CPNS 2018. Di buku tersebut juga tercantum panduan untuk melakukan pendaftaran CPNS 2018. Langkahnya lengkap dari log in, cara mengakses situs sscn.bkn.go.id, hingga mencetak kartu peserta. Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Tahun 2018 bisa didownload di http://bit.ly/panduanCPNS2018.

DPR Setuju

Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Ahmad Riza Patria mendukung penuh kebijakan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang menginstruksikan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melakukan foto selfie sambil memegang identitas asli. Baik berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Id Card peserta tes.

Menurut Riza Patria, langkah tersebut merupakan upaya yang baik agar proses seleksi CPNS nanti terhindar dari jasa ‘Joki’ atau jasa pergantian peserta tes dengan menggunakan jasa orang lain untuk mengikuti tes seleksi.

“Saya kira itu upaya bagus ya. Kita tidak ingin ada CPNS yang joki dan sebagainya. Saya kira itu salah satu cara agar tes tidak menggunakan joki. Sangat bagus kita mendukung berbagai upaya dilakukan oleh Menpan-RB. Apalagi BKN dalam rangka melakukan rekrutmen dan seleksi yang transparan dan jujur,” kata Riza kepada Fajar Indonesia Network di Gedung Nusantara III DPR RI, Jumat (21/9).

Menurut politisi Partai Gerindra ini, langkah Komisi II DPR-RI dalam mengantisipasi masalah terjadinya Joki atau Calo dalam perekrutan CPNS ini sudah dikomunikasikan dengan Pemerintah beberapa hari lalu. “Kami baru saja rapat beberapa hari kemarin, dan semua kita usahakan agar tidak ada joki dalam seleksi CPNS,” paparnya.

Diketahui, alasan panitia penyelenggaraan seleksi CPNS (BKN-red) mengharuskan peserta seleksi CPNS melakukan foto selfie dengan memegang identitasnya sebelum berlangsungnya tes. Ini dilakuan untuk menghindari terjadinya praktik joki. (HRM/RBA/FIN)

Facebook Comments