Radar Pendidikan

Sekolah Adiwiyata Belum Menjadi Perhatian Banyak Sekolah

Sekolah Adiwiyata Belum Menjadi Perhatian Banyak Sekolah

TERIMA – Puluhan sekolah dari SD, SMA dan SMP sederajat di Kabupaten Batang mendapatkan apresiasi dari Bupati Batang karena telah meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata.
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Sebanyak 38 sekolah di Kabupaten Batang mendapatkan penghargaan dari Bupati Batang, Wihaji. Apresiasi ini diberikan Pemkab Batang atas prestasi di bidang sekolah adiwiyata yang didapatkan sekolah. Baik di tingkat Kabupaten, Provinsi ataupun Nasional.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Wihaji, di aula Dispermades Batang, Kamis (20/9).

Dari 1.176 Sekolah yang ada, baru 38 sekolah yang berpredikat Sekolah Adiwiyata. Oleh karena itu Wihaji ingin mengapresiasi sekolah agar terus termotivasi melakukan nilai-nilai adiwiyata. Tidak hanya untuk sekadar mengejar prestasi, tetapi nilainya juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Memang saat ini Sekolah Adiwiyata belum menjadi perhatian banyak sekolah. Karena sampai saat ini di Batang baru 38 sekolah yang komitmen menjadi Sekolah Adiwiyata. Nah dengan adanya pemberian apresiasi dan penghargaan ini kami harap sekolah semakin termotivasi untuk berkomitmen menjadi sekolah adiwiyata,” terang Wihaji.

Terkait dengan pendanaan sendiri, Pemkab juga berusaha untuk mengupayakan bantuan sesuai dengan kemampuan daerah. Meski begitu untuk beberapa tahun terakhir ini Pemkab cukup terbantu dengan CSR yang diberikan PT Bhimasena Power Indonesia dalam pembinaan sekolah adiwiyata. Dimana PT BPI sendiri juga mendapatkan penghargaan atas kontribusinya membina sekolah terdampak PLTU menjadi sekolah adiwiyata.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Agus Riyadi menerangkan, ada 38 sekolah yang menerima penghargaan sekolah adiwiyata ini. Yakni 24 sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, 8 sekolah dan 6 sekolah adiwiayata nasional. Saat ini sendiri pihaknya tengah melakukan persiapan untuk tiga sekolah yang akan maju ke Adiwiyata Mandiri tahun 2019 mendatang.

“Tahun 2019 ini kami akan melakukan pendampingan untuk tiga sekolah yang akan maju ke adiwiyata mandiri. Yakni SMAN 1 Bandar, SDN Karangtengah 01, dan SDN Wonobodro 01. Memang salah satu kendala sekolah dalam mewujudkan sekolah adiwiyata itu adalah dana. Oleh karenanya kami juga berharap ada CSR perusahaan seperti PT BPI yang bisa juga menyasar ke program adiwiyata,” harapnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments