Radar Batang

Barang Bukti Kejahatan yang Ada di Polisi Harus Dijaga Utuh

47 Kendaraan Bukti Kejahatan Dicek Polda

PERIKSA – Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng, Kombes Eko Sumardiyanto, didampingi Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melakukan pemeriksaan kendaraan bukti kejahatan, kemarin.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, melakukan supervisi di Kepolisian Resor (Polres) Batang. Adapun kegiatan supervisi dilakukan dengan memeriksa 47 kendaraan barang bukti kejahatan yang terdiri atas 20 sepeda motor dan 27 mobil yang telah diamankan.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng, Kombes Eko Sumardiyanto, mengatakan bahwa semua barang bukti kejahatan yang telah dititipkan dan diterima oleh polisi harus dijaga utuh, dirawat dengan kondisi lengkap.

“Oleh karena, hal itu perlu adanya anggaran perawatan barang bukti kejahatan. Makanya, kita cek semua barang bukti,” ungkapnya usai menghadiri kegiatan Apel Gelar Barang Bukti 2018 di Mapolres Batang, Kamis (20/9).

Ia mengatakan, kegiatan supervisi yang dilakukan tersebut merupakan program rutin Polda Jateng yang dilakukan setiap setahun sekali. Kendati demikian, Polda belum bisa memberikan keterangan terkait dengan jumlah barang bukti terbanyak yang sudah disita oleh jajaran polres se-Jawa Tengah.

“Kami belum dapat memberikan keterangan di polres mana yang tingkat kejahatan penyitaan barang bukti kendaraan paling besar, karena masih belum didata. Kemarin kami ke Polres Blora, Pati, kemudian ke Polres Batang, sehingga belum dapat diketahui mana yang paling banyak,” terangnya.

Menurut Eko, bagi kendaraan yang tidak bertuan akan diumumkan di media cetak maupun elektronika, setelah itu baru dapat dilelang setelah dilakukan gelar perkara.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, mengatakan bahwa kegiatan supervisi yang dilakukan Polda Jateng untuk mengecek barang bukti yang sudah disita Polri harus dijaga dan dikembalikan lagi pada pemiliknya. “Bagi pemilik kendaraan yang akan mengambil kendaraan, baik sepeda motor dan mobil, kami minta harus membawa surat bukti sah. Masyarakat dipersilakan mengambil kendaraannya tanpa dipungut biaya atau grastis,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments