Radar Batang

Korban PHK, Ratusan Karyawan Demo Perusahaan

Demo Perusahaan

DEMO – Ratusan pekerja PT Rimba Profil menggelar demonstrasi di halaman depan kantor setempat.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Sudah tiga hari lamanya ratusan karyawan PT Rimba Profil menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor setempat. Mereka menuntut kejelasan atas keputusan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pekerja.

“Sudah sejak hari Senin (17/9) sampai Rabu (19/9) ini, pihak perusahaan belum menemui kami. Kami ingin meminta kejelasan perusahaan yang tiba tiba melakukan PHK,” ungkap Ketua SPSI PT Rimba Profil, Dakri.

Ia mengatakan, sebelum dilakukan PHK oleh perusahaan, ratusan karyawan mengajukan sejumlah tuntutan kepada perusahaan. karyawan meminta kejelasan terkait status pekerja yang selama ini hanya diakui sebagai karyawan harian lepas (Harlep) dan kontrak.

“Ratusan karyawan yang bekerja sejak tahun 2007 hingga 2017 masih berstatus harian lepas. Tidak ada kejelasan status pengangkatan sebagai karyawan tetap. Sedang untuk karyawan yang baru masuk dari tahun 2016 sampai 2018 baru ada kepastian perjanjian kontrak selama 3 bulan,” terangnya.

Menurut Dakri, mengacu UU 13 Tahun 2003 pasal 59, jenis pekerjaan yang bisa dikontrak hanya pekerjaan musiman, produk baru, dan pekerjaan yang sifatnya tambahan. Namun kalau pekerjaan yamg sifatnya produksi tetap, maka tidak boleh menggunakan tenaga kontrak.

“Dan menurut aturan Kemen 100/6/2004, apabila pekerja harian lepas sudah bekerja selama 3 bulan lebih berturut turut, maka status pekerja tersebut akan menjadi karyawan tetap atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT),” katanya.

“Setelah para pekerja meminta kejelasan itu, tiba tiba keesokan harinya perusahaan melakukan PHK besar besaran. Perusahaan langsung mengirimkan uang senilai Rp 900 ribu kepada setiap karyawan melalui transfer,” bebernya.

Selain menuntut perusahaan untuk melakukan pengangkatan, lanjut Dakri, karyawan juga meminta agar ada penambahan jumlah nominal pembayaran uang makan, yang sebelumnya Rp 2.300 menjadi Rp 6000. “Untuk gaji karyawan dihitung sesuai UMR Kabupaten Batang,” ujarnya.

Perlu diketahui, PT Rimba Profil merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang partikel. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 350 an karyawan yang mana mereka memproduksi produk lokal dan eksport serta lemari plastik.

Kasubag penyelesaian sengketa hubungan industrial DPMPTSP dan Naker Kabupaten Batang, Setyawan mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pihaknya mengadakan Bipartit dengan mengundang kedua belah pihak, yakni perusahaan dan karyawan.

“Hari ini (kemarin), kita adakan Bipartit di kantor Kecamatan Kandeman. Apabila dengan cara Bipartit tak selesai, maka kita akan melangkah dengan jalan Tripartit,” tandasnya. (fel)

Facebook Comments