Radar Batang

Desember, Jembatan Karangdadap Harus Kelar

Jembatan Karangdadap

MONITORING – Pejabat Biro Bangda Provinsi Jateng saat memantau progres proyek Jembatan Pandansari-Karangdadap, baru-baru ini, didampingi Kasie Pemeliharaan, Endro Suryono.

Progres Baru 8,03%

Kurang lebih satu bulan sejak dikerjakan, progres proyek lanjutan pembangunan Jembatan Pandansari-Karangdadap per Rabu (19/9) kemarin tercatat 8,03%. Sesuai kontrak, pekerjaan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Batang dengan Kabupaten Pekalongan itu harus selesai maksimal pada 6 Desember 2018.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Ir Ketut Mariadji, mengatakan, pembangunan Jembatan Pandansari-Karangdadap merupakan proyek lanjutan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan 2016 yang gagal diselesaikan rekanan. Paket itu dilaksanakan PT Sarana Indo Raya dari Jakarta.

“Nilai kontraknya sekitar Rp 3,8 miliar, anggaran bersumber dari Banprov (Bantuan Keuangan Provinsi). Pekerjaan mulai dilaksanakan di Bulan Agustus dengan waktu kontrak 120 hari kalender, sehingga tanggal 6 Desember nanti harus sudah selesai. Saat ini progresnya baru 8,03%,” terang Ketut didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Pekerjaan (PPTK), Endro Suryono, Rabu (19/9).

Seperti diketahui, tahun 2016 lalu pembangunan jembatan itu sebetulnya telah dianggarkan dengan nilai kontrak sekitar Rp 6 M. Tetapi sampai akhir tahun, rekanan gagal menyelesaikan pekerjaan dengan hanya merampungkan kurang lebih 30% dari total volume pekerjaan. Tak hanya gagal, karena anggarannya yang bergantung pada Banprov, maka nasib Jembatan Pandansari-Karangdadap sempat mangkrak hampir dua tahun.

“Karena lanjutan, maka maka pekerjaan sebetulnya tidak dimulai dari nol. Jadi, meski saat ini progresnya baru 8%, insya Allah masih ada waktu untuk menyelesaikan,” ujar Ketut.

Karena strategisnya jembatan tersebut, medio Agustus lalu Bupati Wihaji dan Wabup Suyono beserta sejumlah pejabat memantau langsung proses pelaksanaan pekerjaan. Bupati bahkan mewanti-wanti para pengelola kegiatan, jangan sampai proyek itu gagal lagi. “Baru-baru ini, Biro Bangda Provinsi Jateng juga meninjau progres pekerjaan. Apalagi ini dibiayai Banprov,” tukas Ketut.

Sementara itu, terkait progres proyek DAK 2018, Ketut menyebut dua dari tiga paket sudah berhasil diselesaikan 100%, yakni peningkatan Jl Sutoyo Batang dan pembangunan ruas jalan Warungasem-Pandansari. Satu pekerjaan lain, yakni Jembatan Prigi Kecamatan Subah, progresnya bahkan surplus 1,462%.

Sesuai rencana, realisasi pekerjaan ditarget 16,208%, tetapi realisasinya justru 17,670%. Saat ini, tahapan pekerjuaan masih pengecoran footplat abutment sisi selatan. Selanjutnjya, rekanan akan melaksanakan pengecoran dinding abutment.

“Secara umum, baik proyek DAK maupun Banprov progresnya masih aman. Sementara untuk paket pemeliharaan dari APBD 2018, sebanyak 10 proyek malah sudah berhasil diselesaikan 100%,” jelas Ketut. (sef)

Facebook Comments