Radar Batang

Tenang, Dijatah 460, Kuota CPNS Batang Melimpah

Honorer Minta Syarat Umur Dihapus

Pemerintah Kabupaten Batang mendapat kuota 460 formasi seleksi CPNS pada tahun 2018 ini. Jumlah formasi tersebut didominasi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.

Adapun rincian formasi seleksi CPNS Kabupaten Batang meliputi, Eks Tenaga Honorer Kategori 2 sebanyak 21 formasi, Tenaga Guru sebanyak 294 formasi, Tenaga Kesehatan 139 formasi, dan Tenaga Teknis (Planologi dan sipil) sebanyak 6 formasi.

Data jumlah formasi CPNS tersebut diungkapkan Bupati Batang Wihaji belum lama ini. Dia mengatakan, jumlah formasi tersebut merupakan alokasi dari pusat yang didasarkan atas usulan yang sudah disampaikan sebelumnya.

“Sebelumnya, Pemkab Batang telah mengusulkan 200 formasi ke Kemenpan RB. Namun tak disangka, Kabupaten Batang malah justru mendapat kuota lebih dari jumlah usulan yang telah disampaikan, yakni 460 formasi CPNS.,” katanya.

Ia mengatakan, pengumuman pembukaan seleksi CPNS dilakukan secara serentak se Indonesia. Dan hari ini (kemarin), Pemkab Batang pun sudah mulai mengumumkannya di beberapa media milik Pemkab Batang.

Pembukaan seleksi CPNS 2018, kata dia, sangat baik untuk kepegawaian Pemda, mengingat selama ada moratorium CPNS, hampir 300 ASN memasuki masa purna tugas setiap tahunnya. Sehingga dapat meringankan kebutuhan pegawai di Kabupaten Batang.

“Mengenai detail syarat pendidikan maupun syarat lain, dapat dilihat dalam pengumuman serentak penerimaan CPNS yang telah ditayangkan serentak pada hari ini (kemarin). Kami juga akan umumkan di beberapa media milik Pemkab Batang,” tambahnya.

Ia menjamin, seleksi CPNS di Kabupaten Batang akan diumumkan dan digelar secara terbuka. Sebab menurutnya hal ini merupakan kesempatan yang bagus bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan memiliki cita-cita menjadi PNS. “Ini kesempatan bagus saya kira karena dengan jumlah itu formasi di Kabupaten Batang cukup besar,” katanya.

Kepala BKD Kabupaten Batang, Alimudin mengatakan, untuk teknis pendaftaran maupun seleksi akan diumumkan lebih lanjut lewat website. Namun secara umum, pendaftaran sudah mulai dibuka pada 19 September dan tes digelar pada 20 Oktober.

“Dalam jeda waktu itu ada verifikasi berkas, pengumuman lulus administrasi dan tahap lainnya. Yang diterima CPNS ini direncakan untuk pengangkatan 1 Januari 2019,” jelasnya.

Dalam proses seleksi CPNS kali ini, lanjutnya, seluruhnya dilaksanakan oleh BKN. Pendaftaran hingga penyerahan berkas persyaratan, dilakukan lewat online. Kemudian akan dilakukan tes awal yakni Tes Kompetensi Dasar (TKD) melalui tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT). Jika lulus, akan dilanjutkan dengan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Pembukaan formasi CPNS 2018 sendiri disambut baik masyarakat, termasuk Paguyuban Tenaga Honorer Pendidikan (Pagardika) Kabupaten Batang. Bagi mereka, pembukaan seleksi CPNS itu menjadi harapan dan peluang bagi honorer untuk lebih sejahtera setelah pengabdian yang cukup lama.

Hanya saja, mereka menyesalkan adanya persyaratan dasar seleksi CPNS yang dianggap mematikan peluang sebagian besar honorer pendidik. Ketua Pagardika Kabupaten Batang, Martoid, meminta aturan tentang pembatasan umur dalam pengangkatan CPNS dihapuskan. Khususnya untuk para guru yang sudah mengabdi puluhan tahun. Pasalnya hampir setengah dari guru wiyata bhakti di Batang usianya sudah berada di atas 35 tahun.

“Dengan adanya CPNS, kami punya harapan untuk lebih sejahtera. Tapi di satu sisi lain, amat sangan berat jika persyaratannya adalah batas maksimal umur yang hanya 35 tahun. Kami harap pp yang mengatur tentang hal tersebut dihapuskan. Khususnya bagi mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun. Dan di Batang ini daro sekitar 1.200 guru WB hampir separuhnya yang berusia lebih dari 35 tahun,” harapnya.

Terpisah, Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq SP MSi, mengingatkan fenomena gelombang pensiun masal guru SD di 2020 yang mencapai 2.000 personel. Beruntung, sebanyak 294 kuota CPNS tahun ini atau lebih dari dari 50% dari total kuota diperuntukan bagi formasi guru, baik PGSD, SMP maupun guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Sebenarnya kebutuhan kami ada sekitar 2.000 guru mengingat nantinya akan ada gelombang pensiun besar-besaran tahun 2020 mendatang. Hanya saja untuk tahun ini sejauh info yang kami dapat dari BKD penerimaan cpns ini ada sekitar 294 posisi guru,” terangnya, Rabu (19/9) kemarin. (fel/nov)

Facebook Comments