Radar Pendidikan

Keren, Sekolah Ini Penilaian Tengah Semesternya Berbasis Android

SMK Muhammadiyah Kesesi

MENGERJAKAN – Siswa SMK Muhammadiyah Kesesi mengerjakan soal penilaian tengah semester melalui android, Rabu (19/9).
FAKHRUN NISA

KESESI – Dalam tahun ajaran 2018/2019, SMK Muhammadiyah (SMKM) Kesesi membuat gagasan baru dengan mengadakan Penilaian Tengah Semester (PTS) berbasis android. Inovasi tersebut pertama kali diterapkan pada PTS semester ganjil yang dilaksanakan sejak Rabu (19/9) hingga Kamis (27/9).

Waka Kurikulum SMKIM Kesesi sekaligus Ketua Panitia PTS, Ika Kurniawati, menuturkan, sebelum pelaksanaan PTS, siswa telah diminta untuk menginstall aplikasi ujian dan melaksanakan simulasi. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kendala dalam pelaksanaan PTS berbasis android.

“Syukur alhamdulilah, hari ini kegiatan berjalan dengan lancar. Mungkin baru SMK Muhammadiyah Kesesi saja yang melaksanakan PTS berbasis android di Jawa Tengah. Inovasi pendidikan ini dibutuhkan menuju sebuah peradaban yang berkemajuan, dan tentu ini searah dengan misi Muhammadiyah,” ujarnya kepada Radar, Rabu (19/9).

Diakui Ika, tidak seluruh siswa SMK Muhammadiyah Kesesi mempunyai android. Oleh karena itu, pihak sekolah telah menyiapkan 60 unit komputer untuk memfasilitasi siswa dalam mengikuti ujian. Sebelum PTS dilaksanakan, pihak sekolah juga telah mendata jumlah siswa yang mempunyai android, sehingga hal tersebut bisa langsung diatasi.

Sementara itu, Kepala SMKM Kesesi, Moh Abdul Kodir mengungkapkan, tes berbasis komputer yang semakin populer menginspirasi pihak sekolah untuk melakukan inovasi serupa. Meski begitu, ia juga mengatakan bahwa penilaian belajar siswa bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penilaian lisan, kertas, hingga berbasis komputer.

“SMK Muhammadiyah Kesesi Mendefinikan Penilaian Komputer lebih luas lagi, yaitu menggunakan Operational System Android atau lebih tepatnya menggunakan Smart Phone milik anak-anak, sehingga lebih simpel, tidak memerlukan perangkat lebih banyak. Hal tersebut juga bertujuan untuk membiasakan siswa memasuki dunia industri 4.0,” tutur Kodir, sapaan akrabnya.

Diharapkan, upaya positif yang dilakukan SMKM Kesesi dapat memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, serta dunia pendidikan. Menurut Kodir, sekolah bukan sekadar tempat untuk belajar tetapi juga membangun pondasi bagi siswa agar menjadi generasi milenial yang berbobot dan berkemajuan. (run)

Facebook Comments