Radar Kajen

Miris, Miras Mudah Didapat di Warung, Konsumsi Merambah ke Anak

Peredaran minuman keras (miras) di Kota Santri cukup mengkhawatirkan. Dimana saja dapat memperoleh minuman kharam tersebut? M Hadiyan, Kajen

Miris, Miras Mudah Didapat di Warung, Konsumsi Merambah ke Anak

REMAJA – Aparat Polsek Wiradesa menggerebek sekelompok remaja belasan tahun tengah pesta miras di Lapangan Pekuncen, Wiradesa, Sabtu (15/9) malam.
MUHAMMAD HADIYAN

MINUMAN KERAS alias MIRAS. Kata itu sudah tak asing lagi di telinga kita. Minuman yang mengandung alkohol dan memabukkan itu saat ini menjadi mesin pembunuh. Sudah banyak korban meninggal yang menenggak miras oplosan. Namun, hal itu tak membuat orang kapok untuk menjamah barang memabukkan tersebut.

Saat ini, di Kabupaten Pekalongan, Miras mudah didapatkan di warung-warung makan, toko kelontong hingga tempat karaoke. Mirisnya, konsumennya tidak hanya orang dewasa, namun juga anak-anak sekolah yang masih di bawah umur.

Peredaran miras yang tak terkendali di antaranya dibuktikan saat aparat Polsek Kajen melakukan operasi penyakit masyarakat di sekitaran Kota Kajen. Petugas menemukan warung bubur kacang ijo di Perempatan Sibedug menjual miras. Salah satu toko kelontong di Desa Pekiringan Alit dan Kebunagung pun kedapatan menjual minuman haram tersebut. Miras pun dijumpai petugas saat merazia salah satu tempat karaoke di Desa Gejlik.

“Saat kami operasi di salah satu toko kelontong juga mendapati dua pemuda membeli alkohol murni 70 persen yang dicampur obat batuk sachetan dan minuman penyegar. Miras oplosan ini sangat membahayakan,” ujar Kapolsek Kajen AKP Agus Sulistwiantoro.

Indikasi miras dikonsumsi anak-anak ditemukan saat aparat Polsek Wiradesa menggerebek sekelompok remaja belasan tahun tengah pesta miras di Lapangan Pekuncen, Wiradesa, Sabtu (15/9) malam.

Saat mendatangi lokasi, didapati delapan pemuda sedang mengkonsumsi miras. Mengetahui ada anggota polisi, para pemuda tersebut lari tunggang langgang.

Dari lokasi pesta miras tersebut berhasil diamankan lima orang remaja, yakni TH (15), AM (16), EP (13), dan AM (15), semuanya warga Desa Mayangan, Kecamatan Wiradesa. Polisi pun memanggil orang tua mereka untuk diberikan bimbingan dan penyuluhan, baik kepada orang tuanya maupun kepada anak-anak yang mengkonsumsi miras tersebut.

Selanjutnya mereka membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan atau mengulangi perbuatan yang sama, dengan disaksikan orang tuanya masing-masing.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat disinggung maraknya peredaran dan penyalahgunaan miras, Selasa (18/9), menyatakan, untuk menekan peredaran miras pemda bekerjasama dengan jajaran Kepolisian kerap menggelar operasi pekat. Satpol PP Kabupaten Pekalongan pun kerap menggelar razia miras.

“Kapolres sudah melakukan operasi terus menerus. Satpol PP juga rutin melakukan razia,” ujarnya.

Dikatakan, fenomena munculnya kebiasaan mengkonsumsi miras harus ditangkal. Menurutnya, mereka yang mengkonsumsi miras sebagian besar diakibatkan terpengaruh budaya urbanisasi. Pengaruh-pengaruh negatif saat mereka bekerja di kota-kota besar terbawa saat mereka pulang kampung.

“Pemerintah akan terus melakukan upaya untuk menekan. Orang tua pun harus berperan aktif agar anak-anak mereka tidak mengkonsumsi miras,” pungkasnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments