Radar Batang

Piye Kiye, Progres Pengembangan TOD Ternyata masih 0%

Piye Kiye, Progres Pengembangan TOD Ternyata masih 0%

SURVEI – Bupati Batang Wihaji bersama Wakil Bupati Batang Suyono melakukan survei lokasi yang akan didirikan TOD di Pantai Celong, baru-baru ini.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Meski telah melakukan berbagai cara untuk merealisasikan program pengembangan Transit Oriented Development (TOD). Namun hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang belum mendapatkan titik terang atau jawaban dari pihak pengelola jalan tol.

“Saya sendiri tidak tahu progres program pengembangan TOD sampai mana. Terpenting, kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Kita sudah lakukan berbagai cara, mulai dari menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung sampai berkirim surat pun sudah kita jalani,” ungkap Bupati Batang Wihaji saat ditemui belum lama ini.

Ia mengatakan, Pemkab Batang tidak akan lagi aktif untuk merealisasikan program tersebut, sebelum pihak pengelola jalan tol merespon apa yang menjadi keinginan Pemkab Batang. “Selama perjuangan atau usulan kita untuk merealisasikan TOD belum selesai, maka saya akan pasif terhadap itu,” tegas Wihaji.

Menurutnya, sudah banyak pelaku UMKM di Kabupaten Batang yang menunggu realisasi dari program pengembngan TOD tersebut. “Akan tetap saya perjuangkan nasib para pelaku UMKM di Batang. Terlebih mereka yang berjualan di Pantura, apabila tol dibuka maka omset mereka jelas pasti akan mengalami penurunan sangat dahsyat. Maka saya berharap, agar program ini segera direspon dan para pelaku UMKM bisa segera saya relokasi ke dalam rest area,” terangnya.

Ia berharap, agar sebelum jalan tol trans jawa itu dibuka, sudah ada kejelasan dari pihak pengelola jalan tol. “Pokoknya saya menunggu perjuangan kita direspon. Kalau masih tidak bisa, maka saya akan ngevlog saja, agar dapat dilihat oleh para pemangku kebijakan di pusat,” katanya sambil tersenyum.

Rencana pengembangan TOD sendiri akan berpusat di kawasan Pantai Celong, Banyuputih. Pemkab Batang telah menyiapkan lahan yang akan didirikan TOD di KM 398 Tol Trans Jawa.

Konsep TOD sendiri merupakan gabungan kekuatan yang terintegrasi antara tol, UMKM dan Wisata. Konsep tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Apalagi jika melihat lokasinya yang berupa Exit Tol dan Rest Area yang langsung bisa melihat View pantai.

Pemkab Batang akan merealisasikan konsep TOD itu diatas lahan milik PTPN 9 Siluwuk, seluas 30 hektare. Nantinya, lahan tersebut akan terkoneksi dengan Master Plan Smart City, yang didalamnya juga ada UMKM serta wisata.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Arie Irianto, saat dihubungi via seluler beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan perintah untuk menindaklanjuti rencana program Pemkab Batang tersebut. “Kami tidak mempunyai kewenangan untuk menindaklanjuti program Pemkab Batang tersebut. Karena kewenangan ada pada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” ungkapnya.

Menurut Arie, jika rekomendasi itu sudah turun, maka program Pemkab Batang bisa segera direalisasikan. “Kami masih menunggu tindak lanjut dari BPJT mas, pada prinsipnya kami akan support program Presiden RI tersebut,” terangnya.

Ditambahkan Arie, nantinya BPJT lah yang akan mengatur terkait lingkup investasinya. Sementara pelaksananya diserahkan ke PT JSB. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments