Metro Pekalongan

Kerugian Lima Kapal yang Terbakar Ditaksir Rp20 Miliar Lebih

Kapal Terbakar

HANGUS – Kondisi beberapa kapal yang sehari sebelumnya (17/9) terbakar, pada Selasa (18/9) siang terlihat sudah hangus.
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Kebakaran yang menimpa lima kapal ikan di dok atau galangan PT Bintang Harapan, Jalan WR Supratman, Panjang Wetan, Pekalongan Utara Kota Pekalongan telah berhasil dipadamkan pada Selasa (18/9) di hari.

Sampai pagi hari, beberapa petugas pemadam kebakaran bahkan masih terus melakukan proses pendinginan supaya sisa api tidak lagi membesar.

Pantauan hingga Selasa (18/9) siang, bangkai kelima kapal tersebut masih berada di lokasi, mengapung di Kali Kupang, yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Empat dari lima kapal itu tampak sudah hangus lebih dari 75 persen. Sedangkan satu lainnya masih cukup utuh, meski pada beberapa bagian sudah hangus.

Sampai berita ini ditulis, Radar Pekalongam belum dapat meminta keterangan dari Herman, selaku pemilik dari lima kapal tersebut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan, Imammenu Harun, menyatakan turut prihatin atas kejadian itu.

Imam memperkirakan, kerugian yang dialami pemilik kapal akibat kebakaran yang menimpa lima kapal kemarin mencapai lebih dari Rp20 miliar. Itu dengan asumsi tiap kapal ikan jenis Purseseine Cakalang yang berbobot sekitar 150 GT itu mengalami kerugian sekitar Rp5 miliar. “Kerugian yang dialami ya sekitar Rp20 miliar. Sebab empat kapal hangus semua, sedangkan yang satu tidak sampai terlalu parah. Kapal-kapal itu bukan kapal baru,” ungkapnya, kemarin (18/9).

Mengenai diasuransikan atau tidak kapal-kapal tersebut, Imam menduga belum diasuransikan. “Rata-rata belum diasuransikan,” tuturnya.

Dia menambahkan, meski sebelumnya ada insiden kapal terbakar, aktivitas di kawasan muara pelabuhan maupun tempat pelelangan ikan setempat tetap berjalan normal. “Tetapi setelah kejadian, semua aktivitas di perusahaan docking kapal tersebut sementara dihentikan,” ungkapnya.

Imam menambahkan, insiden terbakarnya kapal yang sedang docking atau perbaikan itu sudah kedua kalinya terjadi selama dua tahun terakhir. Sebelumnya, pada November 2016, dua unit kapal ikan yang sedang perbaikan di dok PT Bintang Makmur Swadaya ludes terbakar.

Atas kejadian tersebut, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk dapat menyediakan sarana ataupun mobil pemadam kebakaran yang selalu siaga di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya kapal terbakar. Itu lantaran, di lokasi tersebut banyak kapal yang sedang diperbaiki. Sedangkan kapal-kapal tersebut terbuat dari bahan mudah terbakar, ditambah lagi adanya bahan bakar solar. “Kalau ada mobil pemadam yang standby di situ, harapannya kalau terjadi kebakaran bisa langsung ditangani,” imbuhnya.

Supervisor galangan, Rahmat, menuturkan terbakarnya kapal itu disebabkan oleh percikan api las di KM Inti Makmur yang saat itu sedang diperbaiki. “Ada pekerja yang sedang mengelas di dekat freezer di kapal, mungkin karena kurang kontrol sehingga percikan apinya mengenai bahan mudah terbakar di situ kemudian membesar,” katanya.

Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, lima kapal itu terbakar ketika sedang proses docking. Adapun kelima kapal tersebut, yakni KM Inti Makmur (GT 97), KM Bintang Rejeki B (GT 165), KM Sumber Jaya B (GT 160), KM Kasih Utama (GT 155), dan KM Jawa Sentosa (GT 146).

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat menimpa lima unit kapal ikan yang sedang bersandar di dok atau galangan PT Bintang Harapan, Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Senin (17/9) sore.

Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kelima kapal berbobot kurang lebih 100 grosston (GT) itu pun ludes. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Besarnya kobaran api menyebabkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, dan terlihat dari belasan kilometer.

Adapun kelima kapal yang terbakar, yakni KM Inti Makmur, KM Bintang Rejeki B, KM Sumber Jaya B, KM Kasi Utama, dan KM Jawa Sentosa. Kesemuanya adalah milik Herman Kasmono alias Kim We.

Informasi yang dihimpun, kobaran api muncul sekira pukul 16.00 WIB. Diduga api percikan salah satu kapal yang sedang diperbaiki oleh pekerja di dok tersebut.

Adapun kronologis kejadian berawal dari pengerjaan pengelasan di bagian mesin Freezer pada KM Inti Makmur. Kemudian merembet ke 4 kapal yang berada di dekat kapal tersebut.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, saat ditemui di tempat kejadian membenarkan, ada lima kapal ikan yang terbakar. Api diduga berasal dari kapal yang paling ujung yang sedang dilas.

“Mungkin karena kurang pengawasan, sehingga muncul percikan api sehingga api itu mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar dan bertambah besar. Kemudian merambat ke kapal lain, sehingga total ada lima kapal yang terbakar,” kata Kapolres. “Untuk lebih pastinya, menunggu hasil penyelidikan,” imbuh dia. (way)

Facebook Comments