Radar Jateng

SPBU Dirampok, Karyawan Dibacok, Uang Rp180 Juta Digasak

SPBU Dirampok, Karyawan Dibacok, Uang Rp180 Juta Digasak

PENYELIDIKAN – Sejumlah petugas polisi dan TNI melakukan penyelidikan di SPBU Cabawan, Margadana.
AGUS/RATEG

TEGAL – Aksi perampokan di siang bolong terjadi di Kota Tegal. Uang sebesar Rp 180 juta yang akan disetorkan ke bank raib, setelah empat perampok menggasak tas yang dibawa operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No. 4452113 di Cabawan, Margadana, Senin (17/9) sekitar pukul 09.45.

Dari informasi yang dihimpun, aksi perampokan dengan empat orang pelaku itu terjadi cukup singkat. Hanya sekitar lima menit, pelaku yang membawa samurai berhasil merebut tas yang berisikan uang Rp 180 juta. Meski kondisi di SPBU Cabawan, Margadana cukup ramai, tapi empat perampok dan dua orang yang beraksi dengan menggunakan dua parang bisa mengalahkan orang yang ada di SPBU, termasuk para operator.

“Awalnya, saya melihat seseorang yang baru keluar dari warung Lamongan. Kemudian, ada lagi yang mondar-mandir. Namun kecurigaan itu hilang setelah ada sosok ibu yang sempat berkomunikasi dan naik ke kendaraan elf,” terang Sato, operator SPBU.

Selang beberapa menit, pihaknya melihat Nafi, operator SPBU, keluar dari kantor dan membawa tas ransel yang berisikan uang Rp 180 juta. Baru keluar dari kantor, tiba-tiba Nafi didatangi dua orang dan langsung mengeluarkan samurai panjang. Dua orang itu pun langsung mengarahkan pedang ke arah Nafi dan meminta tas yang dibawanya.

“Duel satu lawan dua itu membuat Nafi kalah. Terlebih ketika tangan kanan Nafi terkena bacokan samurai oleh pelaku. Dua pelaku itu pun berhasil membawa tas yang berisikan uang Rp 180 juta dan langsung membonceng rekannya yang sudah stand by di pinggir jalan,” terangnya.

Sato mengaku tidak bisa berbuat banyak saat melihat dua pelaku menggunakan samurai. Namun, dia langsung membawa Nafi, warga Jalan Ambarawa, Kelurahan Margadana, Kota Tegal ke RSU Islam Harapan Anda untuk mendapatkan perawatan.

“Pelaku menggunakan motor Vixion. Dua motor empat pelaku, yang saling berboncengan. Mereka langsung tancap gas ke arah barat (Brebes). Dua pelaku yang membawa samurai hanya menggunakan masker dan tidak menggunakan helm,” ungkapnya.

Hal sama juga dikatakan Dedy Irwanto. Operator SPBU itu menyebut bahwa aksi perampok tersebut bisa dibilang brutal. Lantaran takut, saat kejadian tak ada orang yang dapat membantunya.

“Rencananya, uang Rp 180 juta itu hendak disetorkan ke BNI di Jalan Mayjen Sutoyo. Namun, baru keluar kantor ada dua orang yang langsung meminta tas rangsel dan langsung menyabetkan samurai ke tangan Nafi,” ungkapnya.

Dedy mencurigai, aksi perampokan yang terbilang cukup nekat ini karena kemungkinan pelaku tahu kalau CCTV yang ada di SPBU tidak berfungsi. Karena itu, mereka pun dengan nekat terang-terangan meskipun di siang hari. “Ada CCTV tapi tidak berfungsi. Mungkin pelaku tahu, sehingga nekar dan berani melakukan aksinya,” ungkapnya.

Sementara petugas kepolisian dan TNI yang mendapatkan kabar adanya aksi perampokan langsung melakukan olah TKP. Petugas memeriksa para saksi. Petugas juga menyebarkan informasi ke satuan lainnya termasuk jajaran wilayah Brebes untuk mencurigai adanya pengendara motor Vixion. Namun, polisi juga tampaknya kesulitan lantaran tidak ada petunjuk, seperti rekaman CCTV yang bisa mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian dari Polres Tegal Kota dan Mapolsek Sumurpanggang masih terus berupaya melakukan penyelidikan. (gus/fat)

Facebook Comments