Radar Batang

Alhamdulillah, Biaya Perawatan Afandi Ditanggung KIS

Alhamdulillah, Biaya Perawatan Afandi Ditanggung KIS

KUNJUNGI – Bupati Wihaji mengunjungi Afandi di rumahnya. Pada kesempatan itu, Wihaji juga memberikan motivasi agar Afandi kuat menjalani cobaan yang dialaminya
DOK

BATANG – Biaya pengobatan Afandi, pria asal Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih yang kemarin sempat viral karena aksinya meminta disuntik mati, telah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, dr Hidayah Basbeth, saat ditemui di kantornya, Senin (17/9). Ia mengatakan, Afandi ternyata telah memiliki KIS. Setelah dilakukan pengecekan ternyata masih aktif, sehingga masih tetap bisa digunakan untuk menjalani perawatan sampai benar benar pulih kembali.

“Afandi sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), jadi dia penerima bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat. Jadi, tidak perlu ada pembiayaan lagi dari pemerintah daerah, seperti Jamkesda maupun Kartu Batang Sehat (KBS), karena nanti justru double anggaran,” ungkapnya.

Basbeth berpesan, Afandi agar rutin meminum obat obatan yang telah diberikan Rumah Sakit dan mengikuti segala aturan dari dokter. Harapannya,penyakit yang dideritanya cepat sembuh dan bisa beraktifitas kembali.

“Sebetulnya, kalau ada penyakit semacam itu, kita selau segera mengatasinya. Dalam artian, setiap ada penderita yang tidak memiliki jaminan apapun dan dia lapor ke kita pasti akan kita tindaklanjuti. Nah, kalau memang dia miskin, tidak mempunyai kartu apapun, maka akan kita berikan jaminan KBS itu tadi,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Afandi saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang Melati RSUD Kalisari Batang. Kondisi kesehatan Afandi sendiri saat ini setelah mendapat penanganan medis sudah mulai tenang dan membaik.

“Alhamdulillah pak Afandi sudah membaik, beliau sudah tenang. Beliau sudah mempercayakan perawatannya kepada tim medis yang ada di RSUD Kalisari Batang. Selain itu, pasien juga sudah tenang karena Bupati Batang sudah turun langsung dan siap memback up biaya pengobatannya,” ujat Kasi Pelayanan Medis RSUD Kalisari Batang, dr Nur Hidayati kepada wartawan.

Nur Hidayati menjelaskan, bila melihat hasil rekam medis yang ada, kondisi Afandi tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun ada faktor psikologi yang membuat dia dalam kondisi kecemasan, sehingga menimbulkan kondisi nyeri akibat dari asam lambung yang berlebihan. Karena itulah, dukungan keluarga dan orang-orang disekitarnya sangat diperlukan untuk membantu proses penyembuhan.

“Selain itu, ada jaminan pemerintah daerah yang akan menanggung biaya pengobatannya juga diharapkan bisa memberinya ketenangan. Dengan begitu, proses penyembuhannya akan lebih cepat. Mengingat potensi kesembuhan sendiri nomor satu tergantung dari niat psikis pasien, sehingga dukungan keluarga dan orang sekitar sangat diperlukan,” jelas Nur Hidayati.

Sebelumnya Afandi pada Jumat (14/9) dibawa ke. RSUD Kalisari Batang atas instruksi Bupati Wihaji. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments