Metro Pekalongan

Keluhkan Lapak Liar di Luar Pasar, Pedagang Wadul Walkot

Keluhkan Lapak Liar di Luar Pasar, Pedagang Wadul Walkot

BERBINCANG – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz meninjau Pasar Darurat Sorogenen. Banyak pedagang mengeluhkan banyaknya lapak yang didirikan di luar komplek Pasar Darurat yang membuat pembeli enggan masuk ke dalam sehingga merugikan mereka.
DOK HUMAS

KOTA PEKALONGAN – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz bersama FKPD dan sejumlah pejabat melakukan tinjauan ke Pasar Darurat Sorogenen, Senin (17/9).

Saat berbincang dengan pedagang, Walikota mendapat berbagai keluhan. Hampir setiap pedagang yang ditemui mengeluhkan adanya lapak liar di luar Pasar Darurat yang merugikan mereka. Lapak-lapak tersebut didirikan di bagian luar pasar sehingga dinilai membuat para pembeli enggan masuk ke dalam pasar.

Purwanto, salah satu pedagan menyatakan bahwa kondisi pasar akan selalu sepi jika masalah tersebut tidak dibereskan. “Kalau itu tidak ditertibkan maka disini akan terus seperti ini. Akan sepi dari pembeli. Karena pembeli sudah dicegat dulu di luar oleh pedagang yang membuka lapak di luar lapak Pasar Darurat,” keluhnya kepada Walikota.

Ia mengapresiasi langkah tegas Pemkot Pekalongan yang telah memindahkan pedagang di Jalan Mangga agar seluruhnya terpusat di Pasar Darurat. Namun langkah tersebut akan terasa sia-sia jika kondisi adanya lapak di luar pasar tetap dibiarkan. “Saya apresiasi Pemkot sudah bisa memindahkan pedagang dari Jalan Mangga. Tapi yang seperti ini juga harus diselesaikan,” tambahnya.

Selain masalah lapak di luar Pasar Darurat, ia juga mengungkapkan adanya pungli atau jual beli lapak tersebut. Purwanto mengaku memiliki bukti yang jelas bahwa lapak di luar dijual belikan atau disewakan seharga Rp12 ribu per hari. “Saya ada buktinya tapi tidak bisa bertindak. Jadi ini yang harus bertindak adalah dari Pemkot Pekalongan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Walikota Pekalongan mengaku akan segera meminta dinas terkait untuk menginventarisir permasalahan yang dikeluhkan pedagang. “Saya gembira mereka ini antusias menempati disini. Tapi saya juga sedih karena masih ada masalah-masalah. Yang disampaikan keluhannya hampir sama. Yang terjadi adalah adanya lapak yang membuka di luar sehingga dianggap mencegat pembeli sehingga pemebli tidak masuk,” kata Walikota.

Untuk itu pihaknya berencana membuat pagar di sekeliling Pasar Darurat sehingga bagi pedagang yang membuka lapak di luar pagar maka termasuk liar dan akan ditertibkan. “Sehingga harapannya semua pedagang akan masuk semua ke dalam. Agar terjadi keadilan. Secepatnya kondisi ini akan ditertibkan,” tambah Saelany.

Menurutnya, masalah yang demikian merupakan letupan kecil dalam pasar namun harus segera diatasi. “Ini kecil tapi berat. Karena mereka yang ada di luar justru mereka yang tidak punya KIP dan justru diuntungkan karena lokasinya di luar, di jalan-jalan sehingga lebih dekat dengan pembeli,” katanya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments