Radar Batang

Putus Rantai Tengkulak, Saatnya ‘Petani Go Online’

Putus Rantai Tengkulak, Saatnya 'Petani Go Online'

SERAHKAN – Penyerahan cendramata Bupati Batang Wihaji kepada Plt Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Nizam Waham.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Belum juga rampung dengan program ‘Kartu Tani’ yang tidak berjalan secara maksimal, pemerintah kembali mencekoki petani di wilayah setempat untuk mampu menggunakan dan mengaplikasikan program ‘Petani Go Online’.

Bupati Batang Wihaji yang hadir dalam acara peluncuran aplikasi ‘Petani Go Online’, Senin (17/9), di Pendopo Pemkab setempat, mengatakan bahwa mau tidak mau semua harus mengikuti perkembangan zaman.

“Zaman sudah berubah. Perkembangan zaman sangat luar biasa. Kita memasuki revolusi industri Four Point Zero, tentu kalau kita tidak menyesuaikan zaman maka kita akan ditinggal zaman. Termasuk para petani. Dengan adanya program pemerintah pusat ‘Petani Go Online’ ini pemerintah ingin mengajak petani untuk mengikuti perkembangan zaman itu,” ujar Wihaji.

Ia menjelaskan, program itu merupakan bagian dari sistem aplikasi yang nantinya akan membantu petani untuk memutus mata rantai penyebab petani menjadi tidak bagus. “Contohnya tentang harga, kadang kadang ada pengatur harga, yang mana petani dipengaruhi oleh para tengkulak. Dan tentu dengan adanya sistem ‘Petani Go Online’ ini bagian dari cara pemerintah pusat membantu memotong beberapa titik yang nanti terjadi transaksi langsung, antara seller dengan buyer,” katanya.

Selain itu, kata Wihaji, dengan program ‘Petani Go Online’ itu, semua akan menjadi efektif dan efisien. Serta petani dapat mengetahui harga harga di pasaran. Petani karenanya tidak akan bisa dikendalikan dengan pemain tertentu dengan harga gabah. “Harapan saya, aplikasi ini jangan dibuat rumit. Cari kira kira mana yang paling banyak dicari oleh para petani dari sistem tekhnologi ini,” terangnya.

Sementara itu, terkait kartu tani Wihaji mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penataan dan sosialisasi ulang. Sebab menurutnya, kartu tani masih perlu mendapatkan banyak penataan ulang.

“Dalam beberapa hal, kartu tani memang belum maksimal. Oleh karena itu, mau kita maksimalkan penggunaannya. Karena memang ini program dari Pemerintah Provinsi yang harapannya pemerintah daerah ini membantu bagaimana kartu tani ini bisa maksimal. Dan sekarang sedang kita lakukan penyuluhan penyuluhan terkait manfaatnya,” jelasnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Batang, Jamal Abdul Naser, mengutarakan dukungannya terhadap peluncuran program ‘Petani Go Online’. “Pemasangan jaringan di 248 desa sedang kami usahakan secepat mungkin. Saat ini prosesnya sudah mencapai 40%. Kita bekerja sama dengan pihak provider jaringan seperti Telkomsel, Indosat dan Tri,” katanya.

Jamal mengungkapkan, meskipun wilayah Kabupaten Batang mayoritas terdiri dari pegunungan, namun secara bertahap akan dibangun tower dari perusahaan penyedia infrastruktur jaringan hingga ke pelosok-pelosok desa, dengan harapan aplikasi ‘Petani Go Online’ dapat dinikmati oleh seluruh petani di Kabupaten Batang.

Semenatara, Plt Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Nizam Waham mengatakan, dengan menggunakan aplikasi itu, petani diharapkan dapat meningkatkan pertanian dari hulu ke ke hilir serta dapat menyelesaikan pertanian.

“Aplikasi ini akan memberikan tranparansi harga dari petani ke akses langsung pembelinya, sehingga Pemerintah dapat mempelopori hasil pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Sosialisasi ‘Petani Go Online’ dihadiri oleh Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Batang Suyono, Plt Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Nizam Waham, Kepala Dispaperta Megayani Thamrin,, Kepala Diskominfo Jamal Abdul Naser, Kepala Disperindagkop dan UKM Isnanto, dan para penyuluh pertanian. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments