Radar Batang

Gara-gara Ini, Kades Sumur Banger Digelandang Jaksa ke Rutan Rowobelang

Kades Sumur Banger

DIGELANDANG – Petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang menggelandang Minal Khosirin (49) Kades Sumur Banger, yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang akhirnya menahan Kepala Desa (Kades) Sumur Banger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2015-2017.

Kasi Intel Kejari Batang, Arfan Halim, saat ditemui Senin (17/9), membenarkan hal tersebut. Kata dia, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terkait adanya pelaporan dugaan penyalahgunaan Dana Desa periode 2015-2017.

Adapun jenis kegiatan yang disalahgunakan dari Dana Desa tiga periode itu di antaranya pembangunan drainase sebanyak empat titik diwilayah desa setempat dan pembangunan gapura desa, gedung PAUD, PKD serta pavingisasi.

“Ada empat kegiatan pembangunan drainase, dari keempat pembangunan ini, setelah dilakukan penghitungan oleh Dinas PUPR Kabupaten Batang ditemukan adanya kerugian negara yang mencapai Rp 228.685.159,” ungkapnya.

Kemudian di kegiatan lain, kata Arfan, seperti pembangunan gapura desa, gedung PAUD, PKD dan pavingisasi, berdasarkan hitungan Dinas PUPR Kabupaten Batang, ada kekurangan pekerjaan atau anggaran sebesar Rp200.303.952.

“Nah, kalau dikalkulasi dari periode 2015-2017, maka total penyimpangan anggaran yang dilakukan oleh Kades Sumur Banger ini mencapai Rp 428.989.112,” terangnya.

Dari hasil penyidikan tersebut, maka tim penyidik menyangkakan kepada tersangka di pasal 2, pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan pasal Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal seumur hidup dan denda Rp 1 Miliar.

Sementara, lanjut arfan, penyidik saat ini telah mengantongi beberapa alat bukti pendukung berupa laporan APBDES dan rincian anggaran kegiatan.

“Jika pada persidangan nanti tersangka terbukti, maka terdakwa harus mengembalikan kerugian negara sejumlah yang sama. Untuk saat ini tersangka sudah ditahan sementara tim penyidik sedang menyiapka berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” jelasnya.

Ditambahkan Arfan, dengan adanya kejadian ini, Ia berpesan kepada seluruh kades di kabupaten Batang agar melaksanakan dan menggunakan anggaran negara, baik itu Dana Desa, ADD maupun yang lainnya dengan baik dan benar, sesuai aturan yang ada. “Jangan main main, karena ini merupakan keuangan negara yang mesti dipertanggung jawabkan,” tandasnya.

Sementara saat akan dimintai keterangan oleh awak media, Minal Khosirin Kades Sumur Banger tersebut enggan memberikan keterangan. Ia memilih bungkam dan langsung masuk ke dalam mobil Kejari Batang yang akan mengantarnya ke Rutan Rowobelang Batang. (fel)

Facebook Comments