Radar Kajen

Piye Kiye, Rentenir Marak di Masyarakat

Asip Ketemu OJK Tegal

BERTEMU OJK TEGAL – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan pertemuan dengan OJK Tegal, di kantor dinas bupati, Siang kemarin (17/8).
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Untuk memutus mata rantai rentenir yang mencekik ekonomi masyarakat, Pemkab Pekalongan akan bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal. Selain itu, program-program humanis dan propoor lainnya akan dilakukan bersama dengan OJK Tegal.

Perwakilan OJK Tegal bertemu dengan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dan jajarannya di Ruang Kerja Bupati, Senin (17/9) siang.

Kepala Kantor OJK Tegal Ludy Arlianto, usai pertemuan menyatakan, pihak OJK Tegal berdiskusi dengan Bupati Pekalongan dan jajaran Pemkab Pekalongan mengenai program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Salah satu programnya, lanjut dia, transformasi Badan Kredit Desa (BKD) menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), resi gudang untuk produk-produk pertanian, dan data industri jasa keuangan.

“Bupati menyampaikan, perlu juga program-program tambahan yang bisa langsung dirasakan masyarakat, di antaranya pengembangan pusat peternakan sapi. Kita akan kerjasama dengan BPR, Jasindo, dan Dinas Peternakan agar masyarakat bisa menjadi peternak sapi yang modern,” ujar Ludy.

Kedua, lanjut dia, ada kredit melawan rentenir, dimana disediakan program dari Bupati melalui BPR-BPR yang ditunjuk untuk menyiapkan kredit membantu masyarakat dengan bunga yang murah, proses cepat, dan persyaratan mudah. Dengan skema sama-sama menguntungkan.

Program ini, kata dia, diharapkan bisa membantu masyarakat khususnya industri mikro dan kecil untuk mendapatkan akses ke sumber pendanaan yang murah.

“Ini pertemuan awal. Nanti akan ada pembahasan teknis terkait program-program yang ada, dan tambahan-tambahan program yang bisa diimplementasikan, sehingga bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mengatakan, pertemuan dengan OJK Tegal diharapkan ada program yang humanis dan propoor. Salah satunya, upaya untuk melawan rentenir yang sudah menggerogoti para pedagang kecil di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pemda akan berupaya menolong para pedagang yang selama ini terjerat rentenir. Sebab, para rentenir ini sangat memberatkan para pedagang, dengan bunga bisa mencapai 60 persen.

“Para pedagang ini sudah puluhan tahun berurat atau menjadi kultur terbiasa pinjam dengan rentenir. Padahal, ini sangat memberatkan mereka. Kita siapkan skemanya untuk menolong mereka agar terbebas dari para rentenir,” ujar Asip.

Pertemuan itu juga dihadiri Sekda Mukarromah Syakoer, Kepala Bappeda dan Litbang Bambang Irianto, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Wiryo Santoso, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi, dan Kabag Perekonomian Setda Abdul Baqi. (yan)

Facebook Comments