Radar Jateng

Bayi Ini Lahir dengan Berat 5,7 Kilogram

HARYADI/RADARMAS
JUMBO- Bayi dengan berat 5,7 kilogram lahir melaui persalinan normal di RSU Duta Mulya Majenang, Minggu (16/9) siang kemarin.

CILACAP – Giant Baby, bayi lahir dengan bobot di atas 5 kilogram, lahir Minggu (16/9) siang kemarin. Bayi berjenis kelamin perempuan ini memiliki berat 5,7 dengan panjang 52 sentimeter.

Anak kedua dari pasangan Asep Harianto (38) dan Anis Murwati (29), warga Dusun Cibungur RT 01 RW 15 Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap kondisinya dinyatakan baik.

Ukuranya yang besar itu tidak lantas persalinan melalui operasi pembedahan. Justru bayi lahir dengan persalinan normal. “Lahir normal dengan berat lima koma tujuh,” ujar Komisaris RSU Duta Mulya, Cilacap, dr Tatang Mulyana SpOG, kemarin.

Dia menjelaskan, bayi itu lahir pukul 12.20. Pertama kali masuk rumah sakit itu, pukul 11.43, sudah pembukaan 9. Setelah dipindah ke ruang persalinan, perawat memastikan pembukaan sudah lengkap. Sang ibu, Anis Murwati lalu diminta memulai proses persalinan hingga bayi lahir.

“Prosesnya cepat. Masuk IGD sudah pembukaan sembilan. Selang satu jam sudah lahir,” kata Tatang. Dia memastikan, ibu dan bayi dalam keadaan baik. Bahkan keduanya sudah dipindah ke ruang perawatan, sekitar 3 jam pasca persalinan.

Namun demikian, pihaknya akan melakukan observasi untuk memastikan bayi dan ibu tidak mengalami kelainan apapun. “Keduanya dalam kondisi bagus. Tapi kita observasi dulu. Ya kalau semuamya bagus, besok (hari ini, red) sudah bisa pulang,” ujarnya.

Dia menambahkan, rumah sakit ini sebelumnya juga pernah menanggani persalinan bayi jumbo. Tepatnya pada Maret 2018. Bedanya, bayi ini lahir melalui proses operasi pembedahan. Berat bayi dari pasangan Suryati dan Suryanto itu lahir dengan berat 5,8 kilogram.

“Kalau yang dulu lewar operasi. Selisihnya hanya nol koma satu dengan yang sekarang,” kata dia. Menurut dia, bayi jumbo anak kedua dari pasangan Anis Murwati dan Asep Harianto, warga Dusun Cibungur RT 01 RW 15 Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, lahir karena faktor pola makan dan genetik.

Dugaan ini berdasarkan riwayat medis dan pengakuan keluarga yang memastikan Anis tidak mengidap penyakit gula. “Kemungkinan karena faktor genetik karena si ibu tidak ada penyakit gula,” kata Tatang.

Dia mengungkapkan, penyakit gula sering membuat penderita mengalami gangguan pada pola makan yang berlebih. Hal ini dipastikan membuat asupan gizi pada janin berlebih. Hingga mengakibatkan bayi lahir dengan ukuran besar.

Selain itu, nafsu makan Anis tergolong tinggi. Meskipun hal ini kerap terjadi pada ibu hamil. Namun demikian, Tatang memastikan Anis tidak ada riwayat gula. “Pola makannya yang mendorong bayi lahir jumbo,” kata dia.

Dugaan ini diperkuat dengan tidak adanya faktor lain. Sebut saja peningkatan hormonal yang biasa muncul pada pengguna kontrasepsi tertentu. Demikian juga dengan jamu tradisional. “Dia tidak KB yang menimbulkan masalah hormonal,” imbuhnnya.

Pengakuan Anis juga memperkuat dugaan ini. Nafsu makannya meningkat drastis selama mengandung anak keduanya itu. Sekali makan dia bisa menghabiskan 2 piring nasi, lengkap dengan lauk pauk dan sayuran. Alhasil, berat badannya melonjak pula. Sepekan sebelum persalinan, berat badannya mencapai 90 kilogram.

“Sekali makan bisa habis dua piring. Kalau sebelum hamil dikurangi dikit,” ujarnya. Hal serupa juga dikatakan Asep. Istrinya termasuk orang yang tidak mau minum jamu apapun. Selama keduanya menikah, istrinya juga sulit untuk minum obat mana kala sakit.

Di luar itu, istrinya tidak mengalami banyak perubahan kecuali pada berat badannya saja. “Jangankan minum jamu. Minum obat saja susah. Harus ditungguin baru mau minum obat,” kata dia.

Anis dan Asep mengakui, tidak memiliki kerabat yang melahirkan bayi jumbo. Hanya anak pertamanya lahir dengan berat 4 kg. Anak tersebut kini sudah berumur 3,4 tahun dan berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Tiara Ramadani.

Asep dan Anis tidak menyangka anak keduamya akan lahir sebesar itu.

Mereka sebelumnya hanya menduga bayi berbobot 4 kilogram saja. Apalagi, Anis tidak mengeluhkan apapun selama mengandung. Demikian juga menjelang kelahiran anak keduanya itu.”Nggak nyangka mau sebesar ini,” kata Asep.

Dia mengaku bersyukur karena anak dan istrinya dalam kondisi sehat. Terlebih proses persalinan berlangsung cepat dan normal. “Bersyukur sekali karena lahir normal dan semuanya sehat,” tandasnya.

Sementara itu, bayi tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda sehat. Seperti menanggis, buang air dan bergerak. Selain berukuran besar, rambut bayi juga tumbub lebat. Saat dibawa ke ruang perawatan langsung menjadi perhatian pembesuk. Rata-rata pengunjung menjuluki dengan bayi gede. (har/din/radarmas)

Facebook Comments