Radar Batang

Biar Terjamin, Ribuan Ketua RT Diajak Ikut Jaminan Sosial

Biar Terjamin, Ribuan Ketua RT Diajak Ikut Jaminan Sosia

SOSIALISASI – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batang menggelar sosialisasi kepada perwakilan pengurus RT se Kabupaten Batang, Kamis (14/9).
M DHIA THUFAIL

BATANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan KCP Batang terus berupaya mensosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan lebih luas pada masyarakat. Satu di antaranya dengan mengajak ribuan pengurus RT yang tergabung dalam Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) Kabupaten Batang.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batang, Bambang Indriyanto, mengatakan bahwa sesuai dengan yang diamanatkan undang undang, BPJS Ketenagakerjaan melakukan perlindungan terhadap masyarakat. Bukan hanya para pegawai kantoran, karyawan, buruh, tapi semua lini termasuk RT dan RW.

“Jangan salah, menjadi pengurus RT RW itu adalah amanah dan di baliknya ada resiko yang sewaktu waktu bisa dialami oleh mereka. Di sini BPJS Ketenagakerjaan menyadari resiko tersebut dan memberikan pemahaman tentang pentingnya jaminan sosial,” ungkap Bambang saat menggelar sosialisasi di aula Rt 01 Rw 04 Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kamis (14/9).

Ia mengatakan, ribuan pengurus RT se Kabupaten Batang itu diajak untuk mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Yang mana, untuk biaya iuran kedua program tersebut dimbil yang paling murah, hanya Rp 10 ribu setiap bulannya.

“Dengan membayar iuran Rp 10 ribu, peserta akan mendapat jaminan sosial penuh dari BPJS Ketenagakerjaan. Semisal peserta mengalami kecelakaan kerja, maka biaya pengobatan di rumah sakit akan ditanggung penuh tanpa batas selama itu masih indikasi medis dari dokter. Untuk plafonnya adalah rumah sakit pemerintah di kelas 1 atau rumah sakit swasta di kelas 2,” terang Bambang.

Namun, kata dia, jika peserta mengalami kecelakaan lalu lintas dan ada lawan, maka penanggung pertamanya adalah Jasa Raharja. Sedang BPJS Ketenagakerjaan hanya menanggung biaya selisihnya saja. Semisal pembiayaan habis 60 juta, dan Jasa Raharja hanya menanggung 20 juta berarti sisa kekurangan yang menanggung adalah BPJS Ketenagakerjaan.

“Kemudian, apabila peserta mengalami kecelakaan kerja saat melakukan aktifitas kegiatan sosial kemasyarakatan dan mengakibatkan meninggal dunia, maka BPJS Ketenagakerjaan akan hadir untuk memberikan santunan atau klaim kematian 48 kali nilai UMR/UMK tahun ini di Batang, berarti hampir sekitar Rp 90 juta. Sedang apabila peserta meninggal dalam kondisi wajar atau terjeleknya bunuh diri maka akan mendapatkan santunan Rp 24 juta,” katanya.

Bambang menambahkan, meskipun peserta baru membayar iuran satu kali atau satu bulan, maka perlindungan akan mulai dilakukan saat pembayaran iuran pertama diterima oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua PPRT Kabupaten Batang, Muhayin Ghozali, mengatakan bahwa pada prinsipnya seluruh pengurus RT se Kabupaten Batang menerima dan mendukung apa yang telah ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita menyadari, bahwa tingkat resiko kecelakaan kerja kita tinggi, ditambah usia kita semua sudah tua. Sehingga apabila kita mengikuti program jaminan sosial kecelakaan ini, setidaknya apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan bisa meringankan beban keluarga. Terlebih, apabila meninggal dunia, maka ahli waris kita nanti akan mendapatkan santunan yang nilainya lumayan besar,” terangnya.

Menurutnya, ia akan mengawali untuk mengikuti program tersebut dengan menggunakan biaya pribadi atau swadaya. Namun selanjutnya, ia akan mengajukan kepada pemerintah daerah untuk bisa menganggarkan biaya jaminan sosial kepada PPRT Batang. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments