Radar Kendal

21 Hari, Enam Tersangka Narkoba Dibekuk

21 Hari, Enam Tersangka Narkoba Dibekuk

GELAR PERKARA – Wakapolres Kendal, Kompol A’an Ardiansyah, memimpin gelar perkara penangkapan enam tersangka narkoba, Jumat (14/9).
NUR KHOLID MS

KENDAL – Sebanyak enam tersangka merupakan pengedar dan pengguna dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 53 gram dan 2 butir pil ekstasi berhasil ditangkap Sat Reserse Narkoba Polres Kendal. Mereka dibekuk saat operasi Antik Candi tahun 2018 yang digelar selama 21 hari sejak 24 Agustus hingga 12 September kemarin.

Dari enam tersangka, salah satunya bahkan didapati membawa narkotika jenis sabu sebarat 50 gram. Sedangkan lima tersangka lain merupakan pengguna yang ditangkap beserta barang bukti.

Hal itu dibenarkan Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya, melalui Wakapolres Kendal Kompol A’an Hardhiansyah, saat gelar perkara, Jumat (14/9) siang. Enam tersangka yang ditangkap itu adalah Fathul Munir, warga Dukuh Tegalsari, RT 05, RW 04, Desa Kangkung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Nofa Haris, warga Desa Pageruyung, RT 05, RW01, Kecamatan Pageruyung, Ardhi Arikawahyan warga Dukuh Jambon, RT 02, RW02, Desa Pageruyung, Kecamatan Pageruyung, Donni Irawan warga Dukuh Sirapsari, RT01, RW01, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, dan Suyono warga Dukuh Jambon, RT04, RW02, Desa Pageruyung, Kecamatan Pageruyung, dan Sofiyana, perempuan pemandu karaoke warga Desa Bagusan RT07, RW01, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

“Petugas turun melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan benar bahwa ada beberapa tempat terdapat penjual atau pengedar. Pada saat itu juga pas didapati ada yang menggunakan, sehingga kita langsung mengangkapnya,” katanya.

Kompol A’an menjelaskan, penangkapan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat tentang maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Sementara untuk tersangka Fathul Munir memiliki Sabu seberat 50 gram dan berniat untuk menjual kembali barang tersebut. Dari pengakuan tersangka, sabu itu diperolehnya dari luar negeri dan dibawa ke Indonesia melalui jalur laut dan udara.

Meski mendapatkan barang haram itu dari luar negeri, akan tetapi tersangaka satatusnya belum sebagai jaringan Internasional. Namun salah satu temannya sudah diamankan di Polda. “Tersangka Fatkhul Munir dapat barang haram itu dari Malaysia. Kemudian ke Batam dengan kapal. Saat dari Batam ke Semarang naik Pesawat. Barang dtaruh di perut,” ungkap A’an sesuai pengakuan tersangka.

Sementara itu, tersangka Fathul Munir mengaku melakukan hal itu lantaran tergiur akan hasil penjualannya yang berlipat ganda. Bahkan, selama membeli barang narkoba itu, dirinya mengaku sering lolos dari petugas di bandara. “Untungnya lumayan. Setiap kali beli sabu itu dari teman di Malaysia sering lolos dari petugas, sebab barang tersimpan di dalam perut,” akunya.

Atas kasus tersebut, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsidier dengan ancaman hukuman 5 tahun maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar – 20 miliar serta Pasal 112 ayat (2) UU RI tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms

Facebook Comments