Lain-lain

Sebulan Operasi, Tujuh Pengedar dan Pemakai Narkoba Ditangkap

Tersangka Narkoba

UNGKAP NARKOBA – Ekspos tersangka dan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkoba selama sebulan terakhir di Polres Pekalongan, Jumat (14/9).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Jajaran Polres Pekalongan berhasil mengungkap enam kasus peredaran dan menangkap tujuh orang tersangka, dalam operasi pemberantasan narkoba dengan sandi “Operasi Antik Candi 2018” yang digelar selama satu bulan terakhir.

Ketujuh tersangka yang ditangkap itu, sebagian merupakan pengedar ataupun pengecer narkoba, dan sebagiannya lagi merupakan pemakai narkoba. Selain menangkap tujuh tersangka, polisi juga menyita dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain beberapa gram sabu-sabu, ribuan butir obat-obatan terlarang, alat hisap sabu, sejumlah uang tunai, ponsel, dan beberapa barang bukti lainnya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, didampingi Kasat Narkoba AKP Rohmat Ashari, menerangkan pengungkapan enam kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tersebut terjadi di beberapa lokasi dan dalam waktu berlainan.

Kasus narkoba yang berhasil Polres ungkap merupakan pengembangan dari tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya dan ada juga laporan dari warga. Tersangka sebagian merupakan pemakai, sebagian lagi pengedar. “Kami terus bekerja memberantas narkoba untuk menciptakan Kota Pekalongan bebas Narkoba,” jelas Kapolres AKBP Ferry, saat ekspos ke awak media di mapolres setempat, Jumat (14/9).

Dijelaskan Kapolres, pengungkapan pertama pada Kamis 2 Agustus 2018, berlokasi di kawasan SPBU Medono, Pekalongan Barat. Polisi menangkap tersangka berinisial AP, warga Kota Pekalongan, yang kedapatan memiliki psikotropika berupa 12 butir alprazolam dan 6 butir riklona.

Lalu pada Minggu, 5 Agustus, polisi menangkap W (29), warga Bendakergon Kecamatan Pekalongan Barat karena kedapatan menyimpan dan memiliki 1 klip kecil plastik isi sabu-sabu dan 10 butir alprazolam.

Kemudian pada Rabu, 8 Agustus, polisi menangkap tersangka berinisial RS, warga Panjang Wetan, Pekalongan Utara, karena menyimpan 229 butir pil alprazolam, 90 riklona, 147 pil merk Y, 480 pil merk TM, 192 pil dextro. Polisi juga mengamankan uang tunai Rp200 ribu dari tersangka.
Kemudian pada Selasa 21 Agustus, dua tersangka pengedar psikotropika berinisial MS dan AM ditangkap, dengan barang bukti berupa 2 butir pil alprazolam, 224 dextro, dan uang tunai Rp1.095.000.

Selanjutnya pada Kamis 30 Agustus, tersangka berinisial SB karena membawa 3 bungkus sabu-sabu seberat 1,07 gram, 1 timbangan digital, dan 1 bong atau alat isap.

Terakhir, tersangka berinisial ASR pada Sabtu, 1 September 2018 ditangkap, berikut barang bukti berupa 1 paket sabu seberat 0,46 gram, 1 bong (alat hisap) dan 2 korek api.

Salah satu tersangka, R, menyangkal kalau dirinya merupakan pengedar. “Saya murni pemakai. Setiap kali saya dapat barang (obat terlarang, red) saya pakai sendiri, tidak saya jual,” katanya.

RS, warga Panjang Wetan, Pekalongan Utara, mengaku nekat menjual obat-obatan terlarang karena sebagai tambahan uang jajan anaknya. “Saya menjual pil dextro, TM dan Y dengan menyasar para pekerja dengan menjual Rp20 ribu perpaket. Uangnya buat jajan anak saja,” terangnya.

JARINGAN LAPAS

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Jajaran Polres Pekalongan Kota, Jumat (14/9), melakukan ekspos hasil operasi pemberantasan narkoba dengan sandi Operasi Antik Candi 2018 yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu sebulan terakhir. Dari operasi ini, sebanyak tujuh orang tersangka terdiri dari pengedar maupun pemakai berhasil ditangkap. Polisi juga menyita barang bukti berupa ribuan butir obat-obatan terlarang, beberapa paket sabu-sabu, alat hisap sabu, uang tunai, dan sejumlah barang bukti lainnya. Dari ketujuh orang tersangka itu, salah satu diantaranya mengaku hanya sebagai kurir. Adapun pengendalinya merupakan penghuni Lapas Pekalongan. #radarpekalongan#pekalongan#batang#kendal#pemalang#tegal#kotapekalongan#kabupatenpekalongan#berita#jateng#jawatengah Punya info/berita menarik? kirimkan melalui DM atau WA 082323502373

Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Pekalongan (@radarpekalongan) pada


Sementara satu tersangka lainnya, S, mengaku dirinya sebelum tertangkap sempat beberapa kali diminta mengambil dan mengirimkan sabu-sabu pesanan orang lain dengan imbalan sejumlah uang. Yang cukup mengejutkan, orang yang mengendalikan peredaran sabu tersebut merupakan penghuni Lapas Pekalongan.

“Saya komunikasi melalui sms ke dia, namun saya belum pernah tahu orangnya. Setelah uang ditransfer, barang pesanan datang, dan diminta mengambil di tempat tertentu kemudian dikirimkan ke si pemesan,” tuturnya.

Dari penuturan tersangka itu, Kapolres menduga masih adanya peredaran gelap narkoba yang dikendalikan oleh penghuni lapas. “Pengendalinya dari dalam lapas, barangnya dipesan dari luar, kemudian barang tersebut dikirimkan ke jaringannya di luar lapas,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, jajarannya masih terus mengembangkan kasus-kasus tersebut. Adapun para tersangka yang telah ditangkap, akan dijerat dengan berbagai pasal pidana, sesuai dengan perbuatan masing-masing. Diantaranya, Pasal 112 dan 114 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal empat tahun dan paling lama 12 tahun, UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, maupun UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (way)

Facebook Comments