Metro Pekalongan

Keren, Kota Pekalongan Dijadikan Tempat Menimba Pengalaman Guru dari Luar Jawa

Keren, Kota Pekalongan Dijadikan Tempat Menimba Pengalaman Guru dari Luar Jawa

FOTO BERSAMA – Peserta program kerja sama guru SMP melalui kemitraan tahap 2 berfoto bersama Ka Dindik Kota Pekalongan, Kabid PTK, Kabid Dikdas dan perwakilan guru di Aula Dindik Kota Pekalongan.
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 16 orang guru SMP dari Provinsi Kalimantan Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, dan Bangka Belitung selama satu pekan, sejak Minggu (9/9) hingga 16 September mendatang berkunjung ke Kota Pekalongan.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Mabruri SPd, menjelaskan kedatangan belasan guru dari luar Jawa ke kota batik merupakan perwujudan program kerja sama guru SMP melalui kemitraan tahap 2.

“Program kerja sama guru SMP melalui kemitraan ini merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar dalam rangka menyelesaikan permasalahan mutu pembelajaran yang merata,” jelas Mabruri, Rabu (12/9).

Program kemitraan itu merupakan tahap kedua dari yang sebelumnya telah berjalan tahap pertama di awal tahun 2018. “Pada tahap 2 ini Kota Pekalongan menjadi bagian dari Guru Mitra 1,” jelas dia.

Mabruri memaparkan, program ini dalam rangka membangun jejaring pengembangan profesi pendidik agar menjadi pembelajar dan masyarakat belajar yang kondusif. Sehingga tercipta pemerataan dan peningkatan kompetensi guru-guru SMP di seluruh Indonesia.

Melalui program kemitraan, dikembangkan komunitas belajar guru dengan tujuan guru kompetensi tinggi dan guru kompetensi rendah dapat saling berkoordinasi untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dalam pembelajaran dan memcahkan masatah yang dihadapi.

Adapun substansi dari program kemitraan adatah penguatan kompetensi guru SMP yang meliputi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.

ON JOB LEARNING

Ditambahkan Mabruri, sebelumnya Kemendikbud telah menetapkan Guru Mitra 1 dan Guru Mitra 2 berdasarkan nilai uji kompetensi guru. Guru Mitra 1 dan Mitra 2 ini bekerja sama, berbagi ilmu dan informasi berkaitan dengan peningkatan kompetensi pemebelajaran dan kompetensi profesional guru pada umumnya.

“Pada bulan September ini, program tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk ‘On Job Learning (OJL) 1. Dalam hal ini, Guru Mitra 2 belajar di Guru Mitra 1 dan sharing pengalaman selama satu minggu, yakni di Kota Pekalongan,” terangnya.

Disebutkan Mabruri, Guru Mitra 1 Kota Pekalongan ini berjumlah 8 orang. Mereka berasal dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, SMPN 7, dan SMPN 14. Sedangkan Guru Mitra 2 ada 16, dari Provinsi Kalimantan Tengah, Gorontalo, NTT, dan Bangka Belitung.

“Saat ini Guru Mitra 2 yang datang ke Guru Mitra 1 di Kota Pekalongan. Nanti pada November mendatang, giliran Guru Mitra 1 yang akan berkunjung dan menimba pengalaman ataupun sharing pengalaman di Guru Mitra 2,” tuturnya.

Guru Mitra 2 tersebut telah diterima secara resmi oleh Kepala Dindik Kota Pekalongan Drs Soeroso MPd pada Senin (10/9) lalu di aula Kantor Dindik. Pada kesempatan tersebut, Ka Dindik berpesan, supaya informasi dan pengalaman yang diperoleh di Kota Pekalongan bisa lebih menyeluruh, maka program kegiatan yang disusun di kota batik bukan hanya lingkup personal dari Guru Mitra 1 semata. Melainkan juga tentang berbagai hal-hal baik yang ada di sekolah, Dindik, termasuk kebijakan Dindik dan Pemkot Pekalongan.

“Oleh karena itu Dindik Kota Pekalongan sebagai tuan rumah telah menyusun ‘rundown’ acara selama delapan hari. Disamping kegiatan kemitraan di sekolah dan dengan guru mitranya, juga diberikan pengalaman, informasi, dan pemahaman tentang budaya lokal,” beber Mabruri.

Rangkaian kegiatan selama di Kota Pekalongan, diantaranya pada Selasa (11/9) kunjungan ke salah satu sentra batik, yakni ke Kampung Batik Kauman. Dilanjutkan kunjungan ke Batik TV, dan ke salah satu warung kuliner khas Pekalongan.

Dilanjutkan pada Rabu (12/9), melakukan pengamatan, diskusi RPP, dan observasi kelas di sekolah Mitra 1. Lalu pada Kamis (13/9), dilanjutkan diskusi hasil observasi dan penyiapan perangkat di sekolah Mitra 1.

Kemudian, pada Jumat (14/9), akan mengikuti workshop membatik di Museum Batik, mulai pukul 07.30 WIB. “Pada siangnya, akan kunjungan ke Sekda Kota Pekalongan,” imbuh Mabruri.

Hari berikutnya, dilanjutkan monev dan supervisi, menyusun rencana aksi, diakhiri dengan malam keakraban. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments