Radar Kendal

Siswa SMK Ini Diberi Training Berhenti Merokok

NUR KHOLID MS
TERAPI- Fuad Baradja saat mengisi kegiatan “Training Terapi Berhenti Merokok” bagi siswa di SMKM 3 Weleri, baru-baru ini

KENDAL – Mantan pesinetron nasional, Fuad Baradja, baru-baru ini hadir di SMK Muhammadiyah (SMKM) 3 Weleri. Kedatangannya bukan untuk mengajari akting, tetapi justru menjadi narasumber “Training Terapi Berhenti Merokok”.

Setelah tidak aktif di dunia sinteron, Fuad memang memilik menjadi pegiat sosial anti rokok. Dia bahkan memiliki kemampuan sebagai terapis bagi yang ingin tobat merokok.

“Saya 11 tahun aktif menghisap rokok sebelum akhirnya jatuh sakit. Waktu itu saya batuk sampai sebulan nggak berhenti-berhenti.Dapat saran dokter agar tidak merokok, alhamdulillah tidak batuk lagi” katanya di hadapan ratusan siswa.

Tahun 1998 Fuad Baradja mendatangi Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) Kementerian Kesehatan RI yang memberikan layanan kepada anggota masyarakat yang ingin berhenti merokok. Dia akhirnya diangkat sebagai ketua bidang penyuluhan dan pendidikan dengan tugas utama memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok.

Terkait dengan terapi berhenti merokok membuat dirinya dan tim tertarik dengan metode Emotional Freedom Technique (EFT). “Ini serangkaian metode yang berorientasi pada sistem energi tubuh, untuk melepaskan individu dari gangguan emosional dan fisik,” tukasnya.

Fuad menjelaskan, seorang perokok berat itu bukan karena kebiasaan merokok, akan tetapi kecanduan nikotin yang ada di rokok tersebut. Kebiasaan bisa dirubah, namun kecanduan sulit dirubah, dan semua perokok di dunia mengalami kecanduan. Masyarakat Indonesia yang kecanduan rokok adalah mereka yang berada dalam garis kemiskinan. “Artinya penyumbang dana pembangunan adalah orang-orang miskin, sungguh ironis,” timpalnya.

Usai paparan, Fuad melakukan terapi kepada salah satu peserta pecandu rokok. Terapi yang dilakukan unik, peserta disuruh merokok beberapa kali isapan dengan santai, duduk di kursi berhadapan dengan dirinya. Fuad lantas meminta peserta terapi meletakkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri di dada kiri yang dirasa nyeri, sakit, dengan sedikit ditekan.

Aktor kelahiran Solo itu mengucapkan mantera yang kemudian diikuti oleh peserta terapi. Selanjutnya, peserta diminta kembali untuk mengisap rokoknya dan minum air mineral yang sudah disiapkan, kemudian mengisap rokoknya lagi beberapa kali isapan. Kemudian melakukan totok kepala, kening, dan pelipis dengan jari kepada pecandu urokok tersebut.
“Terapis ini cara yang saya lakukan bagi pecandu rokok. Kalau pecandu sudah merasakan pahit, hambar, dan nggak karuan saat saya minta menghisap rokok. Indikasinya bahwa merokok sudah tidak nikmat lagi,” tandasnya disela-sela melakukan terapis bagi pecandu rokok.

Kepala SMKM 3 Weleri, Yusuf Darmawan mengakui ada beberapa siswanya yang kecanduan rokok dan diharapkan dengan kegiatan training bisa membantu mereka terbebas dari kecanduan merokok.
“Diharapkan anak-anak yang kecanduan merokok bisa sembuh,” katanya.

Yusuf menargetkan sekolahannya bebas asap rokok. Adadpun training terapi ditujukan kepada dua kelompok siswa, yakni mereka yang baru coba-coba merokok merasa takut karena mengetahui bahaya merokok, dan yang sudah kronis. “Kita sembuhkan melalui terapi berhenti merokok ini,” ungkapnya. (nur)

Facebook Comments