Radar Batang

Kreatif, Bahan Lokal Disulap jadi Kudapan Kekinian nan Menggoda

Kudapan Kekinian

TINJAU – Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasih Wihaji saat berkeliling ke stan dan meninjau hasil kreasi 15 tim kecamatan, Kamis (13/9).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Sebanyak 15 tim kecamatan berlomba membuat kreasi olahan produk lokal dalam kegiatan Lomba Cipta Menu Bahan Lokal yang digelar TP PKK Kabupaten Batang, Kamis (13/9). Ketua PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasih Wihaji, juga turut melihat hasil kreasi peserta.

Menurutnya, banyak olahan produk yang kreatif, Sehingga lebih menarik untuk dijual. Tak hanya itu, Uni juga menegaskan bahwa kemasan juga memperngaruhi penilaian jajanan ringan tersebut. Inovasi dalam produk baginya penting, karena dapat meningkatkan harga jual. Dia berharap produk-produk lokal itu bisa bersaing dengan jajanan kekinian karena sudah dikreasikan sedemikian rupa.

“Kami juga berharap ada inovasi dari masyarakat, khususnya dari anggota PKK. Dan di lomba ini juga tidak hanya dilihat dari kreativitas pengolahan produk lokalnya. Tapi juga dilihat dari kemasannya. Sehingga nilai jualnya lebih tinggi,” terang Uni.

Melalui pengolahan, lanjutnya, menu makanan sehari-hari juga bisa bervariatif, khususnya dalam menggantikan beras sebagai bahan utama makanan. Pasalnya, produksi beras kian hari kian menurun dan harus mengimpor. Dengan adanya variasi makanan maka ketergantungan akan beras bisa sedikit dikurangi.

 

View this post on Instagram

 

BATANG – Sebanyak 15 tim kecamatan berlomba membuat kreasi olahan produk lokal dalam kegiatan Lomba Cipta Menu Bahan Lokal yang digelar TP PKK Kabupaten Batang, Kamis (13/9). Dalam kesempatan tersebut ketua PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasih Wihaji turut melihat hasil kreasi peserta. Dimana menurutnya banyak olahan produk yang kreatif. Sehingga produk lebih menarik untuk dijual. Tak hanya produk saja, Uni juga menegaskan bahwa kemasan juga memperngaruhi penilaian jajanan ringan ini. Menurutnya inovasi dalam produk penting, karena dapat meningkatkan harga jual produk. Lebih dari itu pihaknya berharap produk-produk lokal ini bisa bersaing dengan jajanan kekinian karena sudah dikreasikan sedemikian rupa. Video: (nov) #radarpekalongan#pekalongan#batang#kendal#pemalang#tegal#kotapekalongan#kabupatenpekalongan#berita#jateng#jawatengah Punya info/berita menarik? kirimkan melalui DM atau WA 082323502373

A post shared by Radar Pekalongan (@radarpekalongan) on

Dalam lomba itu, Kecamatan Reban berhasil menjadi juara 1. Dengan olahan grubi pisangnya yang merupakan produk lokal asal kecamatan Reban. Perwakilan TP PKK Kecamatan Reban, Siti Fatimah, menuturkan jika grubi pisang itu terinspirasi dari grubi yang selama ini terbuat dari ketela rambat. Grubi itu kemudian dikreasikan dengan pisang kepok yang menjadi komoditas lokal dari Kecamatan Reban.

“Terbuat dari pisang kepok mbak. Ini memang kreasi baru, karena kami ingin pisang khas reban ini bisa dinikmati dengan cara yang baru. Dan Alhamdulillah sangat senang sekali Grubi Pisang yang kami namai Rebanana ini berhasil mendapatkan juara 1 dan nantinya juga akan dipamerkan di Batang Expo. Semoga Rebanana ini bisa menjadi UMKM unggulan di Batang dan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat Reban,” harapnya. (nov)

Facebook Comments