Radar Kajen

Kota Santri Siap Laksanakan E-Goverment

SPBE

BUKA – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka Sosialisasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di gedung sekretarist daerah setempat, Kamis (13/9).
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan banyak hal untuk E-Goverment. Hal itu terungkap dalam Sosialisasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di gedung sekretarist daerah setempat, Kamis (13/9).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dalam sambutan pembukaan sosialisasi itu, menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan mandat untuk mengambil langkah konkrit yang diperlukan, sesuai tupoksi yang dimiliki untuk pelaksanaan E-Goverment.

E-Goverment ini sudah ada sejak tahun 2003, sesuai dengan Perpres no. 3 tahun 2003, yang tidak hanya menjadi diskursus bagi pemerintah, tapi juga harus diaplikasikan secara baik diseluruh kalangan birokrat.

Sosialisasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan merupakan langkah dalam pemanfaatan teknologi dan informasi yang ada di pemerintah setempat.

Dalam pengembangan E-Goverment ini memiliki tujuan diantaranya untuk meningkatakan dan memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien. “Apalagi survei mengatakan bahwa konsumsi terbesar handphone di antaranya adalah Indonesia. Sekarang terbukti bahwa satu orang mempunyai lebih dari satu handphone,” tutur Asip dalam awal sambutannya.

Maka dalam situasi seperti ini, Bupati Asip Kholbihi memberikan arahan mengenai optimalisasi yaitu pemanfaatan teknologi informasi. Yang mana memiliki aktivitas besar yaitu data, informasi, sistem management dan proses kerja secara elektronik.

“Jadi, kita sebagai penyedia Jasa untuk data dan bagaimana sumber informasi mampu dikelola menjadi kondisi yang siap publish. Sehingga, masyarakat mampu mengetahui informasi secara mudah dan murah,” tandasnya.

Kedua, lanjut dia, Penguasaan teknologi yang harus didedikasikan untuk melayani akses publik secara mudah dan murah. “Ini tugas kita bersama, kita harus memiliki sumber sumber informasi dari hampir seluruh OPD di Kabupaten Pekalongan untuk bisa diakses oleh masyarakat secara mudah dan murah,” lanjut Asip.

Selanjutnya, Asip membahas mengenai konsep E-Goverment yang ada di Kabupaten Pekalongan yaitu 4 macam jenis pengembangan Infrastruktur utama. Di antaranya Infrastruktur E-Goverment, Infrastruktur Jaringan, Infrastruktur Informasi, dan Infrastruktur Aplikasi.

“Bisa kita lihat bersama, tentang kasus Pak Dasiri yang kedahuluan oleh media, padahal seharusnya pemerintah yang mengawali informasi tersebut, lalu kemudian media mengambil informasi itu, seperti fenomena Pak Dasiri,” tambah Asip terkait pentingnya infrastruktur informasi.

Selain itu, Asip juga menjelaskan tentang launching Smart Urgency di Kabupaten Pekalongan untuk menyejajarkan Kabupaten Pekalongan dengan daerah – daerah yang sudah lebih dulu maju E-Govermentnya dengan manggunakan Key word of Smart Regency.

“Saya sendiri memiliki banyak tagar (tanda pagar) untuk Kabupaten Pekalongan, seperti #LegendaBatikNusantara #BeautyOfBatikRegency #InisiatifProgresif dan tage line tage line lainnya,” tambah Asip.

Terlepas dari itu, Asip menuturkan bahwa dari acara sosialisasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) yang terpenting adalah bagi para peserta yang akan mendapatkan pengetahuan untuk terus meningkatkan kualitas dalam menyelenggarakan Pemerintahan demi pelaksanaan kecepatan E-Goverment di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Utamanya adalah dengan mendukung kegiatan Pemerintahan dibidang perencanaan, lalu dibagian pengadaan barang dan jasa serta kearsipan, kepegawaian dan pelayanan pengaduan. Saya berharap selesainya acara ini menjadi oleh-oleh bagi para E-Leadership dalam membangun kesadaran akan memanfaatkan E-Goverment,” jelasnya.

Asip juga menyinggung mengenai Casing dari E-Goverment yang akan dijalankan di Kabupaten Pekalongan, yaitu dengan lebih mencerminkan kultur Jawa atau basis local wisdom Kabupaten Pekalongan.

“Kabupaten Pekalongan akan membangun sumberdaya manusia yang berbasis akademisi, seperti kerjasama dengan Undip, Politeknik Negeri, Unikal, dan IAIN Pekalongan, semata mata demi kabupaten Pekalongan dalam menyiapkan diri untuk bersaing di dunia industri,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, dalam laporannya menyampaikan bahwa untuk menjalankan pemerintahan yang baik yang memenuhi tuntutan transparasi, akuntablitas dan menjamin partisipasi publik serta pelayanan publik meningkat kualitasnya, maka keberadaan teknologi informasi komunikasi mutlak harus ada.

Sebagai implementasi E Goverment ini Kementrian PUPR pada Tahun 2018 melaunching program SPBE (sistem pmrntah berbasis elektronik) dimana Kabupaten Kota dan provinsi setiap tahun harus memberikan report penyelenggaran pemerintahan yang selama ini dilaksanakan secara konvensional. (yan)

Facebook Comments