Radar Batang

Era Digital, Masyarakat Diajak Jadi Konsumen Cerdas

Era Digital, Masyarakat Diajak Jadi Konsumen Cerdas

ARAHAN – Kepala Disperindagkop Batang saat memberi arahan kepada para pedagang dan jkonsumen terkait hasil cukai, di Gedung Pramuka Batang, Rabu (12/9).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Disperindagkop Batang mengajak masyarakat untuk BELAJAR menjadi konsumen yang cerdas. Terlebih di era digital macam sekarang di mana marak penjualan berbasis online.

Selain itu, Disperindagkop juga mengimbau agar pelaku usaha juga berbuat jujur. Mereka dituntut mengedepankan kualitas barang yang sesuai dengan harga yang dibanderol.

“Kegiatan ini untuk mensosialisasikan perlindungan konsumen, khusunya yang sudah ada dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1999. Di mana ada advokasi terkait hak-hak konsumen. Oleh karenanya, kami juga berharap konsumen dapat bersikap cerdas ketika membeli suatu barang. Karena mereka juga punya hak, dan harus dipelajari betul bagaimana ketentuan atau perjanjian penjualan, agar hak-hak mereka tidak hilang,” terang Kepala Disperindagkop, Isnanto SE MSi, usai membuka Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Perlindungan Konsumen.

Dijelaskan, saat ini pengusaha cenderung beorientasi ke profit agar barangnya terjual. Akibatnya, tidak sedikit menghalalkan segala cara agar dagangannya laris manis. Oleh karenanya, para penjual diharap dapat bersikap adil dan menjual barang sesuai dengan kualitas harga dan bentuknya. Karena jika tidak, penjual bisa saja dituntut hingga denda milyaran rupiah.

“Pembeli diharap teliliti sebelum membeli. Bagaimana jaminannya, tanggal expirednya, misal rusak apakah bisa ditukar dan lainnya. Apalagi jika membeli secara online. Dalam undang-undang sudah diamanatkan apabila melanggar perlindungan konsumen bisa didenda administrasi Rp 500 Juta bahkan bisa sampai miliaran rupiah,” tegasnya.

Isnanto juga mengimbau, jika ada pelanggaran hak-hak konsumen bisa dilaporkan melalui Disperindagkop Batang. Selain itu, bisa juga dilaporkan ke lembaga perlindungan konsumen. Namun, sejauh ini belum ada kasus yang dilaporkan ke pihaknya untuk di Kabupaten Batang.

“Sementara ini masih pasif, dalam artian belum ada laporan dari masyarakat. Kami harap dengan adanya Dana Bagi Hasil Cukai ini bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan hak-hak konsumen, sehingga tidak ada penjual yang nakal,” tandasnya. (nov)

Penulis: NOVIA ROCHMAWATI

Facebook Comments