Radar Batang

Dari NTT, DPRD Sikka Cloning Aplikasi e-Planing dan e-Budgeting

Dari NTT, DPRD Sikka Cloning Aplikasi e-Planing dan e-Budgeting

FOTO BERSAMA – Usai berdiskusi, sembilan anggota DPRD Sikka NTT berfoto bersama dengan Sekda Batang Nasikhin dan jajaran kepala OPD Kabupaten Batang
M DHIA THUFAIL

BATANG – Sistem perencanaan dan penganggaran Pemkab Batang yang telah menerapkan aplikasi e-planing dan e-budgeting kembali dilirik daerah lain. Kemarin giliran DPRD Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang datang jauh-jauh untuk meng-cloning aplikasi tersebut.

Kunjungan DPRD Sikka tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa , yang ditemui oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin di Ruang Ujungnegoro Bapelitbang Rabu (12/9).

Gorgonius mengatakan, kedatangannya tersebut untuk belajar terkait aplikasi e-planing dan e-budgeting. Yang mana Pemkab Batang telah terlebih dulu mengadopsi dan sukses dalam menjalankannya.

“Kami ingin belajar dari Pemkab Batang, agar kami ada bekal untuk pembahasan selanjutnya, dan dalam penerapannya nanti juga tidak ada masalah antar legislatif dan eksekutif,” kata Gorgonius Nago Bapa.

Ia juga menyadari, dalam penerapan sistem tersebut, pihaknya mengalami kesulitan dan kendala. Karena sistem tersebut tergolong baru dan selama ini pihaknya menggunakan sistem manual, sehingga ada perbedaan.

“Intinya yang kami dapatkan di Batang hanya komunikasi saja antara DPRD dengan birokrasi atau Pemkab. Agar perencanaan dan anggaran tidak ada masalah, jangan sampai ada miskomunikasi,” jelas Gorgonius.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Drs H Nasikhin MH, mengamini bahwa penerapan aplikasi itu di awal banyak ditemukan kendala, terutama tentang penafsiran suatu ketentuan dan kurangnya komunikasi antar legislatif dan eksekutif.

“Kami sudah memberikan beberapa solusi, di antaranya untuk melakukan komunikasi intens antar legislatif dan eksekutif, dan kemudian penentuan prioritas pokok pikiran DPRD sebagai wujud merealisasikan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, nanti ada kelancaran dalam pembahasan yang lainya,” jelas Nasikhin.

Ditambahkan Nasikhin, sudah ada 15 Kabupaten dari Jawa tengah maupun luar jawa yang sudah mengadopsi aplikasi e-planing dan e-bugeting. Sistem tersebut akan terus dilakukan penyempurnaan, walau nantinya akan ada sistem secara nasional. “Sistem ini sudah kami paparkan di KPK sebagai bahan evaluasi transparansi anggaran, karena setiap tahunya ada monitoring dan evaluasi dari KPK,” tandas Nasikhin. (fel)

Penulis: M DHIA THUFAIL

Facebook Comments