Radar Kajen

Budidaya Tanaman Kopi di Kota Santri Belum Digarap Serius

Budidaya Tanaman Kopi Belum Digarap Serius

MENCOBA – Anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Bung Ramson saat menerima kenang kenangan kopi produk Kabupaten Pekalongan.
TRIYONO

*Legenda Kopi Pekalongan Perlu Diangkat

KAJEN – Akhir-akhir ini peluang usaha kedai kopi di wilayah Kota Santri makin menjamur. Untuk itu, Legenda Kopi asli Kabupaten Pekalongan perlu diangkat kembali.
Diketahui bahwa pada zaman VOC Belanda, kopi Pekalongan bagian selatan khususnya di Kecamatan Petungkriyono menjadi primadona. Bibit kopi arabica varitas typica kali pertama dibawa Bupati Pekalongan kala itu Adipati Joyodiningkrat tahun 1715 dan ditanam di Pekalongan bagian selatan.

VOC menjadikan kopi Pekalongan dan Priangan sebagai emas hitam yang diekspor ke dunia barat sejak tahun 1726. Oleh karena itu, kopi Pekalongan merupakan salah satu legenda kopi di Indonesia.

“Namun seiring perkembangan zaman, legenda kopi Pekalongan kian surut. Petani generasi setelahnya menilai tanaman kopi sebagai tanaman nemu, sehingga tidak digarap dengan baik,” ujar pegiat kopi Pekalongan, Faruk Ekowarto disela-sela Pelatihan Teknologi Budidaya Tanaman Kopi di Balai Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, kemarin.

Diakui, dengan adanya pelatihan teknologi budidaya kopi maka bisa menggiatkan petani kopi di Kota Santri.

Sementara Kepala Sub Direktorat Lembaga Litbang Daerah, Direktorat Lembaga Litbang Kemenristek Dikti, Rosmaniardini, menyatakan, potensi petani kopi perlu ditingkatkan produktivitasnya. Dengan pelatihan itu, ia berharap petani kopi bisa lebih sejahtera dengan meningkatnya produktivitas tanaman kopi.

“Selama ini petani tidak sampai merasakan, nanam ya nanam tapi masih asal tanam. Tidak ada sentuhan teknologinya, bagaimana memproses biji kopi, merawat tumbuhan kopi. Jika sudah ada penanganan secara teknologi tentu hasilnya akan berbeda. Misalnya, dari 10 kg satu pohon bisa 15 kg sampai 20 kg perpohonnya,” katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Fraksi Gerindra, Bung Ramson menyatakan bahwa berdasarkan hasil kunjungan ke desa-desa di Kabupaten Pekalongan, dirinya mengetahui jika di Kabupaten Pekalongan di wilayah perbukitannya banyak petani kopi. Bahkan, tanaman kopi di Pekalongan sudah ada sejak sekitar 100 tahun yang lalu. Sehingga, kopi merupakan salah satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Pekalongan. (yon)

Penulis: Triyono

Facebook Comments