Metro Pekalongan

Kok Biso, Satu NIK Digunakan 19 Pemilih

KOTA PEKALONGAN – Bawaslu Kota Pekalongan telah memberikan rekomendasi kepada KPU terkait 933 data pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kota Pekalongan yang bermasalah. Dari 933 data pemilih yang bermasalah, ditemui satu kasus yang cukup menarik yakni adanya satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang digunakan oleh 19 pemilih di Kelurahan Sokoduwet.

“Ada beberapa data dimana satu NIK digunakan lebih dari satu pemilih. Namun ada data yang menarik dimana ada satu NIK tapi digunakan untuk 19 nama pemilih di Kelurahan Sokoduwet. Data bermasalah itu sudah masuk dalam rekomendasi kami ke KPU Kota Pekalongan. Kami berharap agar data tersebut bisa diperbaiki,” tutur Anggota Bawaslu Divisi Pengawasan, Nasron.

Ia menyatakan, Bawaslu akan mengawal penelusuran data tersebut oleh KPU. Dari hasil penelusuran awal Bawaslu, munculnya data tersebut murni disebabkan adanya kesalahan dalam menginput data. “Sementara dari hasil pencermatan itu terjadi bukan karena unsur kesengajaan tapi murni kesalahan dalam proses input dan pendataan. Nanti untuk lebih detailnya kami menunggu dari penelusuran KPU,” tambahnya.

Meski demikian, ia berharap KPU benar-benar dapat memastikan penyebab dari munculnya data tersebut. Sebab penggunaan NIK oleh lebih dari satu orang jelas menyalahi aturan dan terdapat sanksi yang mengatur. “Kami tidak bisa menduga-duga apakah ini ada unsur atau faktor lain selain murni kesalahan dalam input data. Kalau sengaja jelas ada sanksinya,” ujar Nasron.

Sejauh ini Bawaslu belum menemukan mana pemilik asli NIK yang digunakan oleh 19 nama pemilih itu. Ia juga tidak bersedia mengungkapkan nomor NIK yang dimaksud.

Selain data yang bermasalah, Bawaslu juga mencatat masih ada sekitar 3000 pemilih pemula baru yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Hal tersebut diharapkannya dapat menjadi perhatian bagi instansi terkait. “Data pemilih pemula itu baru muncul yaitu mereka yang berumur 17 tahun saat Pemilu 2019 yakni 17 April 2019. Ini akan kami koordinasikan sehingga jangan sampai mereka yang sudah memiliki hak pilih tidak terakomodir karena belum memiliki KTP elektronik,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Bawaslu Kota Pekalongan menemukan sebanyak 933 data dalam DPT Pemilu 2019 yang bermasalah. Ada beberapa masalah yang ditemui diantaranya daftar pemilih ganda sebanyak 665 pemilih, pindah domisili 104 pemilih, meninggal dunia 96 pemilih, belum tercantum dalam DPT sebanyak 32 pemilih dan satu NIK yang digunakan lebih dari satu orang sebanyak 32 pemilih. Data DPT bermasalah itu tersebar di 235 dari 853 TPS di 27 kelurahan dan empat kecamatan kyang ada di Kota Pekalongan. (nul)

Penulis: M Ainul Atho

Facebook Comments