Radar Kajen

Ada Tunggakan BPJS, RSUD Batang Tetap Beri Pelayanan Terbaik

Direktur RSUD Batang, dr Bekti Mastiadji Sp PK

Direktur RSUD Batang, dr Bekti Mastiadji Sp PK

*SD Muhammadiyah 01 Wuled

TIRTO – Para siswa siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Sepak Bola SD Muhammadiyah 01 Wuled, berhasil meraih Juara II dalam ajang Festival SSB U-12 Dinpora Cup Kabupaten Pekalongan tahun 2018. Pertandingan dilangsungkan di Kajen Kabupaten Pekalongan sejak Selasa (04/09) hingga Kamis (06/09).

Kesuksesan tim yang dikapteni Satriyo Nugroho siswa kelas V SD Muhammadiyah 01 Wuled tidak lepas dari peran semua pihak terutama orang tua dan jajaran official SSB berjuluk SSB Mutu ini. Tim binaan Coach Hasan dan M. Khoirul Hidayat ini berhasil masuk final setelah berjuang menjadi Juara Grup D dengan mengalahkan SSB Bina Daerah A, Bintang Remaja, dan Samboria.
“Perjuangan kami sebenarnya cukup sulit di babak penyisihan grup. Tapi alhamdulillah kami bisa melewatinya dan lolos ke babak 8 besar,” tutur salah seorang guru yang juga menjadi pelatih SSB Mutu, M. Khoirul Hidayat.

Diceritakan, pada babak 8 besar anak asuhnya harus menghadapi tim sekelas SSA Kedungwuni yang secara kualitas lebih baik, namun tak dinyana pihaknya berhasil menaklukkan lawannya. “Alhamdulillah dengan semangat dan doa kami bisa mengalahkan dengan skor tipis 1-0 dan melaju ke semifinal,” tutur Pak Dayat, demikian ia disapa.

Perjuangan yang lebih dramatis juga dialami di babak semifinal. “Kita mencoba menanamkan ke anak-anak supaya main lepas tanpa beban karena sudah melebihi target. Alhamdulillah kami bisa cetak gol lebih dulu namun lawan (Taruna Muda Srinahan Kesesi) berhasil menyamakan kedudukan dan pertandingan harus dilanjutkan dengan drama adu pinalti,” terangnya.

Di partai tersebut pihaknya berhasil memenangi pertandingan dengan skor 2-1 pada drama adu pinalti. “Kemenangan tersebut membuat anak-anak menangis di lapangan karena tidak menyangka bisa melaju sampai ke final,” ujar dia.
Pada partai final pihaknya mengaku tidak berharap banyak karena efek kelelahan. “Kami mencoba bermain bertahan dan sesekali melakukan serangan balik. Kami kalah dengan skor 2-0 dari SSB Analog Karangdadap. Meski kalah kami sudah cukup puas dengan prestasi yang diraih anak-anak, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan moril dan materi,” terang pria yang mengajar siswa kelas VI ini.

Berkat hasil yang diraih, pihaknya ingin terus mengembangkan SSB Mutu yang kini juga telah mampu bersaing dengan club-club SSB bergengsi lain di Kabupaten Pekalongan. “Setelah ini kami juga masih dalam persiapan untuk turnamen Brimob tanggal 30 September di Brimob Kalibanger,” tandasnya. (yak)

Penulis: Eka Isditya

*BPJS Diharap segera Cairkan Klaim Rp 8 M

BATANG – Tunggakan biaya pengobatan yang harus dibayarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pekalongan pada RSUD Kalisari Kabupaten Batang selama Juni hingga akhir Agustus 2018 sudah mencapai lebih Rp 8 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur RSUD Batang, dr Bekti Mastiadji Sp PK saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/9). Ia mengatakan, meski terjadi tunggakan biaya pengobatan yang relatif cukup besar, namun RSUD Kalisari Batang tetap memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang masih menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

“Kami tetap melayani masyarakat pengguna BPJS Kesehatan yang membutuhkan pelayanan dan tidak ada pembedaan dalam hal pelayanan. Pasien BPJS dan non-BPJS tetap kami layanani dengan sama dan tidak ada pembedaan,” katanya.

Menurut Bekti, sesuai dengan slogan dan program pemkab bidang kesehatan, RSUD tetap mengedepankan pelayanan prima pada masyarakat yang membutuhkan pengobatan atau rawat inap. RSUD Batang, kata dia, tetap akan memberikan pelayanan yang prima pada pasien, baik yang menggunakan BPJS maupun non-BPJS Kesehatan. Karena hal itu menyangkut keselamatan jiwa manusia.

“Hanya saja, jika tunggakan itu sudah dibayarkan oleh BPJS, maka dana tersebut akan makin membantu RSUD untuk menambah sarana maupun peningkatan pelayanan kesehatan yang lainnya,” katanya.

Bekti berharap, pembayaran klaim BPJS Kesehatan pada RSUD dapat berjalan lancar. Karena hal itu menyangkut pelayanan kesehatan terhadap pasien rawat inap maupun rawat jalan. Ia menyebutkan, secara rinci tunggakan BPJS Kesehatan yang harus dibayarkan pada RSUD pada Juni 2018 sekitar Rp 2,7 miliar, Juli Rp 4,6 miliar, dan Agustus sekitar Rp 1 miliar.

Saat ini, lanjut Bekti, RSUD membentuk dua tim untuk melakukan penagihan pada BPJS Kesehatan agar tunggakan yang harus dibayarkan tidak semakin membengkak. Adapun untuk pendapatan RSUD Kalisari Batang mampu mencapai Rp 3,5 miliar hingga Rp 4 miliar per bulan, sehingga pelayanan terhadap pasien masih berjalan dengan baik,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments