Nasional

Tak Ada yang Mengawasi, 3 Bocah Meninggal Setelah Rumah Terbakar

Ilustrasi: kebakaran menimpa permukiman padat penduduk di wilayah Cisarua. Akibat kejadian itu 3 bocah meninggal terpanggang. (Riana Setiawan/Radar Bandung/Jawa Pos Group)

*Kobaran Api Diduga dari Korek yang Dijadikan Mainan

BOGOR – Omat, 50, begitu histeris ketika pulang ke rumah Ahmad Jaenudin kemarin sore (12/9). Dia mendapat kabar rumah tersebut mengalami terbakar. Yang membuat dia makin terpukul, buah hatinya bernama Putri, 3, bersama dua bocah lainnya ikut menjadi korban jiwa.

Pemicunya adalah korek api yang diduga dijadikan mainan ketiganya. Kamar yang posisinya dekat balkon itu mengalami kerusakan paling parah karena menjadi sumber api. Seperti dilansir Radar Bogor (Jawa Pos Group), plafon dan asbes yang menutupi keseluruhan lantai atas semuanya hancur menjadi puing dan arang.

Api baru bisa dipadamkan pada pukul 14.30 WIB. Namun, tempat kejadian perkara (TKP) malah kian disesaki masyarakat. Maklum, wilayah yang masuk Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, tersebut merupakan area padat penduduk. Jalannya pun hanya bisa dilintasi satu sepeda motor.

Selang tiga rumah dari TKP, suara histeris terdengar lantang, Via, 35, yang merupakan keponakan dari Junaedi masih tak percaya buah hatinya, Lintang tewas terbakar. Teriakan tak rela juga nampak dari Omat, 50, yang merupakan ibunda Putri sekaligus nenek dari Lintang. Via dan Omat nyaris pingsan hingga tim medis harus memberikan bantuan berupa oksigen.

Saksi mata yang rumahnya ha­nya berjarak dua rumah dari TKP, Usup,60, menjelaskan bahwa sepulang dari salat Duhur, dia melihat kepulan asap disusul api yang membakar rumah Junaedi sekitar pukul 12.50 WIB. “Anak-anak mungkin main api di kasur lantai atas. Saat itu mereka cuma bertiga saja di rumah,” jelas Usup kepada Radar Bogor di TKP.

Kepala Unit Pemadam Kebakaran Sektor Ciawi, Nendri menjelaskan,saat ditemukan, ketiganya sudah dalam keadaan hangus dan meninggal dunia. Menurutnya, ketiganya terlebih dahulu pingsan karena kekurangan oksigen sebelum terbakar di atas kasur. “Dugaan main korek api. Dua berpelukan, satunya terlentang. Tiga-tiganya di atas kasur,” terangnya.

Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, yakni RSPG Cisarua. Setelah itu, ketiganya kembali dilarikan ke RSUD Ciawi untuk keperluan otopsi. Kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB jenazah kambali dibawa ke Kampung Cibeureum untuk segera dimakamkan.

Sementara itu, Kapolsek Cisarua Kompol Nur Ichsani enggan berkomentar banyak terkait kejadian kebakaran di Kampung Cibeureum Desa Batulayang, dia mengaku akan menelusurinya terlebih dahulu penyebab dari kebakaran tersebut. “Penyebab lain-lain masih dalam penyelidikan. Sekarang masih belum bisa menjelaskan.”  (jawapos)

Facebook Comments