Radar Kajen

Wuih, di Kajen Ditemukan 4.081 DPT Bermasalah

Bawaslu Kab Kajen

BAWASLU – Bawaslu Kabupaten Pekalongan temukan banyak DPT bermasalah.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan menemukan 4.081 data pemilih tetap yang tidak memenuhi syarat (TMS). Temuan data bermasalah itu setelah Bawaslu melakukan pencermatan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan oleh KPU.

Pencermatan ulang dilakukan setelah Bawaslu RI mengeluarkan rekomendasi penundaan rapat pleno rekapitulasi secara nasional.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Nur Anis Kurlia mengatakan, pihaknya telah menemukan data TMS sebanyak 4.081 pemilih di wilayah kerjanya.

“Kami menemukan data TMS pasca penetapan DPT sebanyak 4.081 pemilih,” kata Anis, kemarin (12/9).

Dijelaskan, data bermasalah tersebut meliputi 9 pemilih tidak dikenal, 306 orang meninggal dunia, TNI 1 orang, bukan penduduk setempat 1 orang, pemilih ganda 392 jiwa, hilang ingatan 1 orang, di bawah umur 3 orang, pindah domisili 318 jiwa, dan belum rekam e-KTP 3.050 orang.

“Yang belum perekaman mencapai 3.050 orang,” sebutnya melanjutkan.

Hasil temuan itu, lanjut dia, sudah disampaikan Bawaslu kepada KPU Kabupaten Pekalongan untuk segera ditindaklanjuti.

“Temuan hasil pencermatan ini sudah kita sampaikan ke KPU pada hari Minggu (9/9) kemarin, untuk segera difaktualkan kemudian dilakukan perbaikan DPT,” terang Anis.

Selain itu, sambung Komisioner Bawaslu, pihaknya juga merekomendasikan kepada KPU untuk mengeluarkan data TMS dari DPT serta memasukkan daftar pemilih yang memenuhi syarat (MS) ke dalam DPT. Sementara, penetapan DPT hasil pencermatan akan ditetapkan di KPU Kabupaten Pekalongan pada hari ini, tanggal 13 September 2018.

“DPT ini harus akurat karena berkaitan dengan hak konstitusional setiap warga negara Indonesia,” tandasnya.

**Hanya 69 Ditemukan Ganda

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Mudasir SH, saat dikonfirmasi Radar Pekalongan, kemarin, menyatakan, hasil pencermatan dari Bawaslu itu, hanya 1.785 bermasalah dengan disertai by name by address.

“Jadi, masukan hasil pencermatan dari Bawaslu ke KPU, ada 342 data ganda, dan 1.443 data yang terindikasi ganda menurut mereka,” kata Mudasir.

Berdasarkan surat yang dilayangkan Bawaslu per tanggal 9 September itu, lanjut Mudasir, sudah ditindaklanjuti dan hasil validasi ternyata hanya 69 data ganda. “Proses validasi itu juga kita lakukan secara Tripartite. Antara KPU, Bawaslu dan pihak partai politik,” sebut Mudasir.

Menurut Mudasir, KPU juga melakukan pencermatan sesuai surat dari KPU RI untuk pencermatan.

“Nah besok (hari ini, red), kita akan menggelar rapat penetapan DPT hasil pencermatan di kantor KPU, dengan mengundang pihak Bawaslu, Parpol, dan Pemda,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments