Radar Kendal

Terlalu Mahal, Biaya Medical Check Up Dikomplain

Mediasi Biaya Medical Check Up

MEDIASI – Disnaker Kendal memediasi Apjati Jateng, Apjati Kendal, Aspataki Jateng, dengan RSUD dr Soewondo Kendal, di Aula Disnaker, Rabu (12/9).
NUR KHOLID MS

KENDAL – Biaya medical check up untuk Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) di RSUD dr Soewondo Kendal dikomplain Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Kendal dan Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Jawa Tengah karena dinilai terlalu mahal.

Untuk menyelesaikan mosi keberatan itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kendal melakukan upaya mediasi guna mencari titik temu. Kegiatan itu dilakukan di Aula Disnaker, Rabu (12/9).

Kasie Admisi Rekam Medik dan Rujukan RSUD dr Soewondo, Imam Taufiq, membantah tarif yang digunakan untuk medical check up para Calon TKI (CTKI) di rumah sakitnya lebih mahal dibandingkan dengan RS yang dikelola Swasta. Jika tarif medical checkup yang dikenakan CTKI sebesar Rp 770 ribu, menurutnya itu sudah termasuk dengan pemeriksaan Varises serta pemerikasaan Kardio atau Jantung.

“Jika dihitung, tarifnya tidak ada bedanya dengan tarif dari RS Swasta. Tarif di RS Swasta dikenakan Rp 670 ribu tanpa adanya pemeriksaan Varises dan Kardio. Tarif kami berdasarkan Pemenkes tentang standar pelayanan. Kami juga mendapatkan sertfikat standar pelayanan,” katanya.

Imam menjelaskan, adanya pemeriksaan Varises dan Kardio dikarenakan pihaknya hanya baru bisa melayani medical checkup bagi CTKI yang akan bekerja di Singapura dan Hongkong. Pasalnya, negara itu menerapkan pemeriksaan Varises serta jantung.

“Agar bisa dibuatkan jalur pelayanan sendiri untuk CTKI belum bisa. Karena selama ini CTKI yang melakukan medical check up masih sedikit dan tidak banyak, sehingga dibarengkan dengan pelayanan pasien umum,” terangnya.

Ketua DPD Astapaki Jateng, Guntur Sihombing, mengharapkan pihak RSUD untuk memperbaiki pelayanan medical checkup untuk para CTKI. Pasalnya, hal itu dikeluhkan oleh para CTKI dan PJTKI. “Masak pelayanan untuk pendaftaran Medical Checkup ditutup jam 12, sedangkan ada para calon TKI rumahnya jauh sehingga perjalanan memakan waktu,” katanya.

Ketua Apjati kendal, Jumaedi, mengaku belum puas dengan hasil pertemuan yang difasilitasi Disnaker. Menurutnya, selain harga tarifnya mahal dibandingkan dengan RS Swasta, peraturan yang mewajibkan CTKI untuk melakukan Medical Checkup di RSUD Dr Soewondo merupakan tindakan monopoli. “Cuman Kabupaten kendal yang memaksakan CTKI untuk melakukan medical checkup di RS milik pemkab, jangan dimonopoli lah!,” katanya.

Plt Kepala Disnaker Kendal, Sutiyono mengatakan, pertemuan tersebut mengakomodir keluhan dari PJTKI terhadap pelayanan RSUD Dr Soewondo. Dia berharap, mediasi tersebut setidaknya bisa memberikan pemahaman kepada masing-masing pihak. (nur)

Facebook Comments