Radar Batang

Terbukti Ganda dan TMS, 553 Pemilih Batang Dicoret dari DPT

Penetapan DPT Batang

TETAPKAN – KPU Kabupaten Batang menetapkan DPT Hasil Perbaikan usai menggelar sidang pleno terbuka dengan beberapa instansi terkait, Rabu (12/9).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Sebanyak 553 Pemilih yang masuk dalam DPT Pemilu 2019 Kabupaten Batang dicoret dari DPT. Hal ini dilakukan karena data tersebut tidak memenuhi syarat. Dimana menurut temuan Bawaslu, ada 384 Data Ganda, dan sisanya tidak memenuhi syarat lantaran pindah domisili, meninggal, alih status dan lainnya. KPU pun menetapkan DPT hasil perbaikan sejumlah 595.491 pemilih yang semula 596.044 pemilih.

Hasil DPT Perbaikan ini disampaikan dalam rapat peleno terbuka Pencermatan dan Penghapusan Data Pemilih yang tidak memenuhi syarat dalam DPT pemilu 2019, serta penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan pemilu tingkat Kabupaten Batang di kantor KPU Batang Rabu (12/9).

Ketua KPU Kabupaten Batang Adi Pranoto mengatakan, rapat pleno tersebut merupakan hasil masukan Bawaslu Kabupaten Batang agar mengkoreksi kembali DPT dan hasil pencermatan internal KPU.

“Dari hasil pencermatan bersama dalam rapat pleno ada 553 pemilih yang tidak memenuhi syarat, karena ganda, pindah domisili, ada yang meninggal dunia dan TMS linya, sehingga pemilih yang ada dalam DPT yang telah di tetapkan menjadi 595.491 pemilih,” Jelasnya.

Ia juga mengatakan sebelumnya DPT yang sudah ditetapkan satu bulan yang lalu tidak ada masukan dari partai poltik peserta pemilu. Hanya saja masukan dan koreksi dari Bawaslu Kabupaten Batang.

Sementara Kordive Bawaslu Kabupaten Batang Mabrur mengatakan, setelah ada surat perintah dari Bawaslu Provinsi uang menemukan data ganda pemilih, kita melakukan rekomendasi kepada KPU untuk melakukan koreksi DPT.

“Kami sudah menemukan 384 data ganda dan ada temuan juga oleh Bawaslu RI, sehingga diturunkan ketingkat Kabupaten untuk fokus koreksi DPT ganda,” Kata Mabrur.

Ditambahkan, berdasarkan hasil koordinasi Bawaslu dengan Dinas Catat Sipil Kabupaten Batang, ada sebanyak 11 ribu pemilih pemula yang belum melakukan perekaman yang pada 17 April 2019 nanti berusia 17 tahun.

“Ada 11 ribu pemilih pemula yang belum melakukan perekaman dan tiga ribu pemilih yang belum melakukan perekeman karena kerja di luar negeri atau lainya. Oleh karenanya, kami harap parpol peserta pemilu untuk menginformasikan kepada masyarakat, agar ketika nanti tanggal 17 April 2019 bisa menggunakan hak suaranya dengan menunjukan KTP elektronik. Karena dalam undang-undang, walaupun terdaftar dalam DPT kalau belum melakukan perekaman atau tidak bisa menunjukkan KTP-el, maka tidak bisa menggunakan hak pilihnya.” jelas Mabrur. (nov)

Facebook Comments