Radar Batang

Nantinya, Undip Bakal Buka 10 Jurusan di Batang

Nantinya, Undip Bakal Buka 10 Jurusan di Batang

SWAFOTO – Bupati Wihaji beraksi bersama mahasiswa baru Undip saat pembukaan kuliah perdana di pendopo kabupaten, Senin (10/9).
M DHIA THUFAIL

BATANG – Akhirnya, setelah resmi dikukuhkan, 189 mahasiswa Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU) Undip program studi (Prodi) Vokasi (D3) Administrasi Perpajakan dan Kehumasan menjalani kuliah perdananya, Senin (10/9), di pendopo kabupaten setempat.

Perkuliahan perdana dihadiri Wakil Rektor III Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD, Ketua Sekolah Vokasi Undip, Prof Ir Budiyono MSi, Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Suyono, Forkompinda, jajaran OPD, Ketua MUI, Pimpinan PM Tazakka, kepala SMA/SMK, dan lainnya.

Bupati berkesempatan memberikan kuliah umum pada ratusan mahasiswa yang datang dari lima Provinsi di Indonesia itu. Dia mengatakan, dengan adanya kampus Undip di Batang maka akan ada akulturasi budaya dan peradaban baru, sehingga akan terjadi keberagaman dan kemajuan bagi Kabupaten Batang.

“Perlu menjadi perhatian juga, bahwa Undip tidak hanya membuka dua jurusan saja di Batang. Nantinya, akan ada total 10 jurusan yang akan melaksanakan proses perkuliahan di Batang. Sehingga, kurang lebih akan ada 5 ribu hingga 10 ribu mahasiswa baru Undip di Batang,” ungkap Wihaji.

Lanjut Wihaji, mahasiswa sebagai generasi milenial harus mampu bergaul dengan baik, bukan hanya di media sosial, akan tetapi juga di dunia nyata. Maka kenali budaya kearifan lokal masyarakat, kenali wisata Batang, dan promosikan Kabupaten Batang.

“Harapan saya, mahasiswa Prodi Kehumasan dan Administrasi Perpajakan ikut mempromosikan Kabupaten Batang sebagai tempat kunjungan wisata dan tempat investasi yang nyaman dan saling menguntungkan,” pinta Wihaji.

Dijelaskan Wihaji, kondisi geografis Kabupaten Batang terdiri dari pesisir, daratan, dan pegunungan yang memiliki potensi SDA yang belum banyak dieksplore. Maka peran mahasiswa sangat penting untuk bersinergi membangun Kabupaten Batang lebih berdaya saing.

“Batang memiliki sumber energi atau PLTU yang mampu menarik investor untuk menanamkan modal di Batang. Sehingga akan membutuhkan tenaga kerja, oleh karena itu kita butuh program yang bisa dikerjakan dengan Undip untuk sinergi menciptakan pertumbuhan 1000 wirausaha baru dan 10 ribu tenaga kerja baru,” jelas Wihaji.

Wakil Rektor III, Budi Setiyono memastikan proses belajar mengajar yang dilaksanakan Undip di Batang memilik kualitas yang bagus dan prospek perkuliahanya bisa diterima di dunia usaha. Hal itu dibuktikkan dari adanya survei yang telah dilakukan. Paling lama maksimal 2,5 bulan, lulusan Undip bisa diterima bekerja setelah wisuda. Ditambah, Undip juga mempunyai klinik kewirausahaan bagi mahasiswa yang mempunyai cita – cita berwirusaha bisa dikembangkan, dan juga Undip mempunyai Lembaga Unit Carier Center (UCC).

“UNDIP tidak hanya memberikan proses belajar mengajar secara konvensional, tapi juga membantu melakukaan peran – peran strategis mengatasi persoalan kehidupan sehari – hari. Serta kita merancang mendirikan sain tekno park khususnya dibidang pusat peternakan domba nasional yang terintegrasi dengan menggunakan teknologi tepat guna, dan juga pengembangan aspek lainya seperti pakan ternak, pengelolaan peternakan terpadu bagi masyarakat,” beber Budi Setiyono.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya Undip untuk berperan aktif dalam menggunakan atau memanfaatkan potensi yang dimiliki Pemkab Batang. Sesuai dengan visi misi, kata dia, Undip tidak menjadi kampus menara gading, melainkan sebagai Universitas yang memberikan manfaat sebesar – besarnya kepada masyarakat dan bangsa. “Undip sebagai universitas rakyat yang memberikan manfaat kepada warga masyrakat bangsa dan negara,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments