Radar Batang

Belum Populer, Muaythai Sudah Banyak Sumbangkan Prestasi

Belum Populer, Muaythai Sudah Banyak SUmbangkan Prestasi

PENGHARGAAN – Para atlet Muaythai dan Tinju Kabupaten Batang mendapatkan penghargaan di ajang Kejuaraan Provinsi.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Meski baru berdiri dua tahun dan belum populer, diam diam olah raga Muaythai asal Thailand sudah banyak menorehkan prestasi dan mengharumkan Kabupaten Batang. Sudah banyak catatan prestasi yang didapat para atlet olah raga ekstrem itu.

“Yang terbaru, kami baru saja membawa pulang satu emas, dua perak, dan satu perunggu di Kejuaraan Provinsi 2 September kemarin, di Semarang,” ungkap pelatih Muaythai Batang, Suwoto, saat ditemui di Sasana Roban Fighting Club Jalan Sundoro Kauman Batang, Selasa (11/9) sore.

Para atlet yang dilatihnya juga pernah menjuarai kejuaran Kapolres Cup Kabupaten Pekalongan, Pra Porprov di Purbalingga, dan Kejuaraan Provinsi di Semarang. “Prestasi yang kita raih merupakan hasil pembinaan dari Komite Olahraga Indonesia dan dukungan Pemkab Batang,” ujar Suwoto yang juga aktif menjadi pelatih Tinju.

Saat ini, para atlet muaythai dan tinju tengah dipersiapkan menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Solo, bulan depan.

“Tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi Porprov, hanya program pelatihan kita tingkatkan. Dalam satu minggu, kita gelar pelatihan sebanyak lima kali pertemuan dan khusus hari Sabtu program lari jauh untuk latih kekuatan fisik dan napas,” jelas Suwoto.

Ditambahkan Suwoto, Cabor muaythai baru pertama kali dimasukkan dalam Porprov sekaligus menjadi pertama kalinya bagi para atlet muaythai Kabupaten Batang untuk mengikutinya.

Adapun para atlet muaythai kelas senior yang akan diikutkan berlaga, yaitu Abdul Rosid kelas 48 kg, M Rifan kelas 65 kg, Shahid Bahrul kelas 60 kg, dan Ada Luber kelas 40 kg.

Sedang untuk cabang olah raga tinju, para atlet yang akan turun yaitu Fira Saputra kelas 46 kg, Edwin Nardianto kelas 49 kg, Hasan Rizki kelas 52 kg, dan Ego Suyanto 64 kg.

“Semua atlet muaythai maupun tinju berkesempatan meraih prestasi dan membawa pulang medali emas di ajang Porprov ini, karena sudah tahu lawan mainnya. Namun terpenting, para atlet harus mempunyai semangat latihan dan semangat juang yang tinggi, serta mempunyai target untuk meraih medali emas,” kata Suwoto.

Ketua Cabang Olah Raga Muaythai Batang, M Sodik, mengatakan bahwa pihaknya sangat kesulitan untuk menjaring bibit atlet di Kabupaten Batang. Hal itu disebabkan masih banyaknya masyarakat yang beranggapan bahwa olah raga ekstrem itu kurang prospek. “Segala sesuatu maupun olah raga apapun kalau kita tekun latihan dan mempunyai semangat tinggi pasti akan berprestasi, serta bisa prospek untuk kehidupanya,” terang Sodik.

Disampaikan juga bahwa Sasana Roban Fighting Club juga membuka kelas privat setiap malam hari. Kelas itu di peruntukan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan hobi olah raga body cantact tersebut. “Memang sudah banyak yang ikut dalam program privat muaythai. Tidak hanya kaum adam, kaum hawa pun sudah banyak yang ikut dan rata – rata karyawan bank maupun ASN,” tandas ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Batang itu. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments