Radar Kajen

Waduh, Ternyata Pak Mantri Ini Tak Punya SIP

GELAR PERKARA – Tersangka tengah mempraktikan proses khitan hingga mengakibatkan kepala burung sang bocah putus dalam gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (11/9).
TRIYONO

**Tersangka Khitan ‘Burung Putus’

KAJEN – Ada perkembangan penyidikan terbaru tragedi khitan yang membuat kepala burung nocah 9 tahun putus dan menghebohkan warga Kota Santri. Ternyata, juru khitan Bardi (70) warga Desa Kalimojo, Kecamatan Doro, tidak mengantongi Surat Tanda Registasi (STR) atau Surat Ijin Praktik (SIP).

Hal itu dibenarkan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan dalam gelar perkara di Aula Mapolres, Senin (10/9).

Dijelaskan Kapolres, peristiwa khitan dilakukam pada Kamis 30 Agustus 2018 sekira pukul 18.30 WIB di rumah korban MII (9) di Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Awalnya si mantri dusun meminta korban untuk berbaring di atas ranjang yang berada di dalam kamar dengan mengenakan sarung.

Kemudian pelaku menghubungkan alat bantu khitan yaitu laser yang dibawanya ke sumber daya/listrik. Setelah alat siap, pelaku membuka kulit ujung penis korban dan membersihkan kepala penis bagian dalam dengan menggunakan kapas.

Selanjutnya pelaku menarik kulit ujung alat vital korban ke atas dan menjepitnya menggunakan gunting penjepit dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya memegang alat potong laser. Pada saat itu mulai proses khitan, korban tiba tiba menangis dan kemudian dirangkul oleh orang tuanya dan memberitahu kepada pelaku bahwa korban masih merasa kesakitan.

Akan tetapi pelaku hanya diam dan meneruskan proses khitan tersebut. Setelah ujung penis terpotong, pelaku mencari bagian kepala penis guna dilakukan penjahitan tetapi tidak kunjung menemukan kepala penis. Kemudian orang tuanya merasa curiga jika kepala penis ikut terpotong, lalu ia mengambil potongan ujung penis yang berada di atas tas milik pelaku. Atas kejadian tersebut korban dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

“Tersangka diamankan atas aduan dari keluarga korban yang tidak terima. Adapun dari periksaan ternyata tersangka ini tidak mempunyai STR Surat Tanda Registrasi Kedokteran dan juga tak memiliki Surat Ijin Praktik perawat, ini jelas jelas ilegal,” terangnya.

Diakui, tersangka mengakui perbuatanya dan telah lalai hingga mengakibatkan alat vital korban putus. “Tersangka dikenakan pasal 360 ayat 1 dengan ancaman kurungan lima tahun penjara,” katanya.

Sementara tersangka Bardi (70) mengakui atas perbuatanya. Ia mengaku saat melakukan proses khitan tidak berbeda dengan proses normal lainnya. “Ya saya tak menyangka kalau itunya ke potong…mungkin ini cobaan saya,” ungkap Bardi pensiunan PNS Puskesmas Doro tahun 2003 itu.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satresrim Polres Pekalongan setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pengumpulan barang bukti, akhirnya menahan pria berinisial B (60) asal Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Pelaku dikenakan Pasal 360 KUHP ayat 1 karena kelalaian. (yon)

Penulis: Triyono

Facebook Comments