Radar Jateng

Pamit Jalan-jalan, Ternyata Ajak Anak Bunuh Diri

EKO FIDIYANTO/ RADAR BREBES
DIMAKAMKAN- Keluarga korban dan warga Desa/Kecamatan Bulakamba mengantarkan jenazah ke pemakaman.

*Suami Sering Ngamuk, Pilih Terjun ke Sungai Pemali

BREBES- Warga Desa Pesantunan, Selasa pagi (11/9) digemparkan dengan penemuan jasad seorang wanita yang diketahui bernama Diyah Pamulasi, 24, warga setempat yang mengambang di sungai Pemali. Sebelumnya pada Senin petang (10/9) tim SAR dan warga juga menemukan jasad anaknya yang masih balita, 4 tahun AF mengambang di sungai tersebut.

Diyah diduga melakukan aksi bunuh diri dengan mengajak anaknya yang masih balita. Keduanya tewas tenggelam di sungai Pemali dan sebelumnya korban berpamitan kepada keluarganya untuk pergi jalan-jalan. Aksi bunuh diri ini dikarenakan rumah tangga korban kerap kali ribut lantaran suaminya sering mengamuk. Sang ibu dengan mengajak anaknya bunuh diri dengan cara terjun ke sungai Pemali.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Wanasari AKP Wagito mengatakan, penemuan mayat ibu dan anak di Sungai Pemali tersebut diduga bunuh diri. Pasalnya, hasil dari pemeriksaan sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan tubuh kedua korban tersebut. “Kita masih mendalami kasus penemuan mayat ini. Dan diduga, keduanya merupakan korban bunuh diri,” ungkap Wagito saat dihubungi melalui sambungan telpon genggamnya, Selasa (11/9).

Dia menuturkan, dari keterangan sejumlah saksi bahwa sebelum penemuan mayat tersebut ada sedikit perkelahian antara korban dengan sang suami. Sumai yang diduga mengamali depresi (pascakecalakaan), kata dia, sering marah-marah ke korban. Diduga, sering dimarahi tidak jelas oleh suaminya dia memutuskan bunuh diri. “Malah sebelum kejadian korban bilang ‘wis aja golet aku maning, aku arep lunga adoh’ (sudha jangan cari saya lagi, saya mau pergi jauh) ke saksi yang tidak lain masih ada ikatan keluarga dengan suaminya,” ungkapnya.

Wagito menambahkan, untuk jazad anaknya sendiri sudah dimakamkan di kediaman ayahnya yakni di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari. Sedangkan pemakaman jazad ibunya, kata dia, sesuai permintaan dari pihak keluarga akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kecamatan Bulakamba. “Sesuai kesepakatan pihak keluarga, jazad ibunya akan dimakamkan di TPU yang ada di Kecamatan Bulakamba,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penemuan kedua jazad tersebut pertama kalinya adalah seorang anak yang berusia tiga tahun oleh Feri Sandi, 27, warga setempat. Saat ditemukan oleh warga, AFEC menggunakan Kaos warna merah motif hitam dengan tulisan ‘Boy Anak Jalanan’. Dan menggunakan celana Warna hitam dan Kaos dalam warna putih. “Setelah penemuan tersebut, keluarga korban mendatangi kantor polisi dan mengaku telah kehilangan. Setelah dicek, benar bahwa kedua jenazah tersebut merupakan ibu dan anak,” pungkasnya. (ded/ism)

Facebook Comments