Metro Pekalongan

Pemilik Usaha Produksi Diduga Zamzam Palsu Pernah Ditangkap di Warungasem

WAHYU HIDAYAT
DIGEREBEK – Polres Pekalongan Kota menggerebek sebuah rumah di Kelurahan Kuripan Yosorejo, Pekalongan Selatan, yang diduga sebagai tempat produksi air zamzam palsu, Minggu (9/9) siang.

*Kasus Pembuatan Zamzam Palsu dan Sudah Dipidana

KOTA PEKALONGAN – Jajaran Polres Pekalongan Kota menggerebek sebuah rumah kontrakan di Jalan Dwikora 1, Yosorejo, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, yang diduga dijadikan tempat untuk memproduksi atau menampung air zam zam palsu, Minggu (9/9) siang.

Penyewa rumah, ternyata pada 2014 lalu juga pernah di grebek dan ditangkap oleh polisi dalam kasus pembuatan air zamzam palsu. Bahkan dia juga telah dijatuhi hukuman pidana kurungan selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp5.000.000.

Penggerebekan dipimpin Minggu kemarin langsung Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu. Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain ribuan jeriken kosong berbagai ukuran, diantaranya kemasan 5 liter dan 10 liter. Ada pula kemasan botol plastik kosong bekas kemasan air zamzam berukuran 5 liter, botol plastik kemasan air zamzam ukuran 5 liter yang masih ada isinya, serta beberapa drum plastik warna biru untuk menampung air (tandon air), dan stiker serta label plastik untuk air minuman dalam kemasan.

Tulisan merek maupun keterangan pada label air minuman dalam kemasan ini menggunakan kombinasi huruf latin dan arab, disertai lambang pohon kurma. Sekilas, nampak seperti produk air dalam kemasan dari negara Timur Tengah.
Barang bukti-barang bukti itu kemudian dibawa menggunakan truk dan kendaraan bak terbuka milik Polres Pekalongan Kota, selanuutnya diamankan di mapolres setempat.

Pemilik rumah, C, sempat kebingungan begitu polisi datang dan mengamankan barang-barang tersebut. Sebab, barang-barang tersebut milik temannya, H (52), yang ditaruh di rumah itu sejak beberapa hari lalu. Rumah tersebut juga akan dikontrak oleh H, dan setahu dia akan dipakai untuk tempat produksi air minum atau air mineral dalam kemasan. Atas bantuan yang bersangkutan, selanjutnya si pemilik barang, H, dipanggil untuk datang ke lokasi dan dimintai keterangan oleh polisi.

Kepada wartawan, H (52), warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, mengelak tuduhan kalau dirinya memproduksi air zamzam palsu. Menurutnya, yang ia produksi hanyalah air mineral dalam kemasan biasa, yang ia pasangi label dan merek sendiri. Dia pun mengaku punya izin untuk menjalankan usahanya itu.

“Hanya air mineral dalam kemasan biasa. Nggak ada itu, meniru-niru biar seperti air zamzam. Itu bisa dilihat sendiri, kemasannya tidak ada sama sekali menyebut air zamzam. Hanya air mineral dalam kemasan saja, dan perizinannya pun ada,” katanya.

Ditambahkan H, dirinya baru menjalankan aktivitas usahanya di tempat tersebut baru tiga hari terakhir. Rencananya air kemasan produksinya itu akan dijual ke Solo. “Ini belum ada yang saya jual,” tuturnya lagi.

H juga mengakui, kalau dirinya pada beberapa tanun silam pernah terseret kasus hukum karena memproduksi air mineral dalam kemasan tanpa disertai izin usaha yang semestinya, serta mencampur air zamzam asli dengan air mineral biasa, kemudian dikemas dan dijual ke masyarakat. “Dulu pernah,” imbuh dia.

*) PEMAIN LAMA

Penelusuran Radar Pekalongan, H juga pernah tersangkut kasus yang hampir sama, diduga memproduksi air zamzam palsu ataupun air minum dalam kemasan tanpa disertai izin resmi, pada awal tahun 2014 silam. Ketika itu dia menggunakan sebuah rumah di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, untuk menjalankan usahanya. Kasus tersebut sampai membawanya ke pengadilan.

Dalam kasus tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batang menjatuhkan vonis pidana kurungan selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp5.000.000 kepada H, karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja melakukan kegiatan industri yang tidak memperoleh izin usaha”.

Sementara, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kasatreskrim AKP Supardi, menuturkan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kita masih meminta keterangan pemilik barang, pemilik rumah, dan sejumlah saksi lain. Ini masih kita dalami lebih lanjut,” tuturnya. Hingga berita ini ditulis, Minggu (9/9) malam, polisi masih meminta keterangan pemilik barang, pemilik rumah, serta sejumlah saksi lainnya. (way)

Facebook Comments