Radar Kendal

Sampah dan Limbah Padat Sebabkan Kerusakan Pantai dan Laut

AKHMAD TAUFIK
BERSIH -BERSIH – Para peserta bersih pantai yang diadakan oleh Dislutkan Kabupaten Kendal di Pantai Sendang Asih Kecamatan Rowosari, kemarin.

KENDAL – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan Pandu Laut Nusantara dengan Gerakan Bersih Pantai dilaksanakan pada Kamis (6/9) di Pantai Sendang Asih, Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari. Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari Nelayan dan Masyarakat pesisir, jajaran Dislutkan, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Tawang, UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, TNI AL, Polairud Polres Kendal, dan Pemerintah Kecamatan Rowosari beserta Desa Sendang Sikucing.

Kepala Dislutkan Kendal, Ir Agung Setiawan MM, mengatakan bahwa kegiatan bersih pantai tersebut sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Kelautan RI kaitannya dengan Pandu Laut Nusantara yang mengajak menghadap ke laut bukan membelakangi laut. Selain itu, juga himbauan agar melaksanakan bersih pantai untuk menghindari pencemaran air laut terutama dari sampah plastik.

“Laut merupakan sumber penghasilan masyarakat Kendal. Jika lautnya sehat, maka ikannya melimpah, perekonomian bergerak tumbuh dan masyarakat ikut sejahtera. Mari bersama-sama menghadap laut, artinya melihat apa saja yang menjadi potensi laut dan melihat seperti apa kondisi laut Indonesia saat ini seperti yang diinstruksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI,” ungkapnya.

Sementara Kabid Kelautan Dislutkan Kendal, Fran Ardiansyah ST, menambahkan bahwa masyarakat perlu terus diberikan edukasi dan ditanamkan kesadarannya agar tidak lagi membuang sampah sembarangan apalagi di laut dan pantai.

“Sampah dan limbah padat dari daratan adalah faktor utama penyebab kerusakan lingkungan pantai dan laut. Selain berakibat menurunnya kualitas lingkungan, biota laut seperti terumbu karang dan ikan yang menjadi sumber pencarian masyarakat juga terancam punah. Karena sebagian masyarakat Kendal tinggal di pesisir maka kawasan laut, pesisir, dan pantai wajib dijaga, karena laut bukan tempat sampah. Laut adalah masa depan kita, sumber mata pencarian nelayan dan masyarakat pelaku usaha perikanan,” jelasnya.

Lanjut Fran, Indonesia menempati posisi kedua dalam negara-negara yang perairannya mengalami pencemaran. Di mana, pencemaran didominasi oleh banyaknya sampah yang mencapai 1,29 juta metrik ton/tahun setelah Cina yang mencapai 3,53 juta metrik ton/tahun.

“Sampah adalah hama, hama adalah penyakit dan kita berkomitmen untuk terus mengendalikan sampah.Kita ubah sampah dari hama menjadi sesuatu yg bisa dimanfaatkan. Sampah plastik dapat didaur ulang menjadi biji plastik, sampah plastik lainnya bisa dipakai untuk kerajinan tangan,” pungkasnya.(fik)

Facebook Comments