Radar Kendal

Sudah Diekspor, Teri Nasi jadi Komoditas Andalan

Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kendal, Frans Ardiyansah

Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kendal, Frans Ardiyansah

KENDAL – Kabupaten Kendal sebenarnya kaya akan potensi sumber daya alamnya, salah satunya dari segi perikanan. Kali ini yang akan menjadi salah satu andalan adalah teri nasi, di mana saat ini menjadi produk dengan nilai jual tinggi dan bahkan sudah diekspor.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kendal, Frans Ardiyansah, saat ditemui Radar Pekalongan pada Rabu (5/9) di kantornya. Dia mengatakan bahwa dirinya baru saja menghadap Bupati Kendal dalam rangka presentasi potensi sumber daya alam di Kabupaten Kendal kaitannya dengan hasil ikan tangkap.

“Baru saja saya bertemu Bupati dan beliau menayakan hasil ikan tangkap apa yang menjadi potensi di Kendal. Saya menjelaskan kepada Bupati bahwa ikan teri nasi menjadi potensi yang luar biasa dan sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Frans menjelaskan bahwa ikan teri nasi yang sudah matang, artinya yang sudah diproses rebusan, harganya lebih dari Rp 100 ribu perkilogramnya. Bahkan, saat ini pasar paling potensial di luar negeri. Sebaliknya masyarakat lokal Kendal sendiri yang kurang berminat dengan ikan teri nasi lantaran harganya mahal dan masyarakat masih bingung dengan pengolahannya.

“Mungkin karena harganya mahal sehingga masyarkat enggan membeli. Apalagi bentuknya kecil sekali, namun kandungan gizinya luar biasa,” imbuhnya.

Ia menyampaikan kepada Bupati agar ke depan ada upaya untuk mempromosikan potensi Kabupaten Kendal tersebut. Tujuannya agar ikan teri nasi ini diketahui banyak orang, bahwa Kendal punya produksi yang bagus.

“Saya katakan kepada Bupati bahwa hasil produksi teri nasi luar biasa namun banyak pembeli yang belum tahu oleh karenanya harus dipromosikan,” pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments