Metro Pekalongan

10 Pasang akan Bersaing untuk Menjadi Duta Wisata

10 Pasang akan Bersaing untuk Menjadi Duta Wisata

FINALIS – Para finalis pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2018 berfoto bersama usai menjalani seleksi di Museum Batik, Minggu (2/9) sore.
DOK IST

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 20 orang (10 putra dan 10 putri) atau 10 pasang telah terpilih sebagai finalis pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2018 yang digelar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga setempat. Mereka terpilih dari sekitar 80 orang pendaftar dan sebelumnya telah melalui tahapan seleksi wawancara di Museum Batik, Minggu (2/9).

Kesepuluh finalis Mas Duta Wisata ini yakni Hasan Ma’ruf, Alif Syahdila Ramadhani, Bondan Dhrama Putra, Dhani Revo Yudhana, Ahmad Fiqri, Dzakwan Amirul Arkan, Ida Bagus Tiara S, M Arijal Ilman N, Mahadi M Felayadi, dan Vincent Sebastian W.

Sedangkan kesepuluh finalis Mbak Duta Wisata, yakni Dewi Masruroh, Carolina Patricia, Alifia Nurrizqi, Adifa Salsadila Aulia Yasmin, Nabilah, Lilian R Lintang, Sausan Mariesta Zahra, Yumma Althaf Maharani, Ristantia Syafriana Urbach, dan Fiki Ainurrohmah.

Salah seorang Panitia seleksi Duta Wisata Kota Pekalongan 2018, Handhita Timur Adliima menjelaskan para finalis itu selanjutnya akan menjalani proses karantina. “Kemudian akan diseleksi lagi pada malam grand final pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2018 pada Minggu, 9 September mendatang,” jelas Timur, kemarin.

Seleksi yang dijalani para pendaftar Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan ini cukup ketat. Mereka diwawancarai oleh tim juri tentang berbagai materi.

Seleksi antara lain melibatkan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora), Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kota Pekalongan, Badan Promosi Pariwisata Kota Pekalongan (BP2KP), lembaga kursus Impress, maupun Museum Batik Pekalongan.

Para peserta menjalani seleksi wawancara oleh tujuh orang juri yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

“Seleksi wawancara ini dilakukan oleh tujuh orang juri, masing-masing juri kepariwisataan, bahasa Jawa, bahasa Inggris, pengetahuan umum, kepribadian, public speaking, dan performanc,” katanya.

Timur memaparkan, sebelum ke malam grand final, para finalis akan terlebih dahulu menjalani proses karantina selama dua hari. Karantina ini sekaligus merupakan bentuk penilaian melekat oleh para dewan juri terhadap para finalis. Baik itu menyangkut karakter, kepribadian, penampilan, cara berkomunikasi, wawasan, dan lainnya.

Selama tahap karantina ini, para finalis juga akan mendapatkan pembekalan tentang berbagai materi, antara lain tentang kepariwisataan dan budaya, public speaking, cara berbusana, dan pengetahuan umum. “Rencananya juga akan ada malam unjuk bakat oleh para finalis di kawasan budaya Jetayu,” tuturnya.

Timur menambahkan, kalau dilihat dari kuantitas, jumlah pendaftar pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan 2018 ini lebij sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, diharapkan dari segi kualitas pendaftar bisa lebih baik.

Pihak panitiapun melaksanakan seleksi secara ketat dengan harapan yang juara nantinya benar-benar berkualitas, dan bisa meraih juara pada pemilihan duta wisata di tngkat provinsi. Apalagi, pemilihan Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 rencananya akan digelar di Kota Pekalongan pada bulan November mendatang.

“Harapannya wakil dari Kota Pekalongan bisa juara di tingkat provinsi, apalagi Kota Pekalongan akan menjadi tuan rumah Pemilihan Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah tahun 2018,” imbuh dia. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments