Radar Kajen

Sumur Mengering, Warga Andalkan Droping Air Bersih

Sumur Mengering, Warga Andalkan Droping Air Bersih

DROPING – Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti saat meninjau kegiatan droping air bersih di lokasi terdampak kekeringan, Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

DORO – Kemarau panjang menyebabkan kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah se Kabupaten Pekalongan. Hal ini mengakibatkan ribuan kepala keluarga (KK) merasakan sulitnya mendapatkan air bersih akibat sejak beberapa bulan terakhir. Dampak kemarau ini diprediksi akan semakin meluas hingga akhir September mendatang.

Salah satunya di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, yang mengalami kelangkaan air. “Sumur sumur yang ada di rumah mengering. Sumber mata air yang letaknya agak jauh dari permukiman juga menurun debitnya,” ungkap Slamet, Kepala Desa Sawangan, Kecamatan Doro, kemarin.

Warga desa saat ini bertahan dengan mengandalkan drop bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.

“Warga berusaha memanfaatkan sumber mata air yang ada meskipun debitnya kecil,” terangnya.

Sumber mata air ini letaknya jauh dari permukiman dan berada di daerah yang terjal. Sehingga berat bagi warga untuk memanfaatkan sumber mata air tersebut. “Oleh Karena itu kami berharap bantuan dari pemerintah untuk membuat solusi agar warga desanya tidak kekurangan air jika memasuki musim kemarau,” kata Slamet.

Menangapi permintaan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti akan melakukan kajian teknis untuk pemanfaatan sumber mata air yang ada agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Sawangan, Kecamatan Doro. “Jika melihat debit air di sumber mata air yang ada, kita akan melakukan beberapa alternative untuk mencari solusi agar dapat dimanfaatkan,” ucap Wabup Arini pada saat pembagian air bersih di Dukuh Bondorogo Desa Sawangan, sore (3/9) kemarin.

Ia menambahkan, beberapa tempat di Kabupaten Pekalongan juga terjadi kekeringan sehingga permintaan air melalui BBPD atau PMI masih tinggi. “Atas permintaan warga, kita aktif lakukan pengedropan atas permintaan air tersebut,” jelasnya.

Saat ini beberapa desa yang meminta untuk untuk didrop air bersih diantaranya adalah desa di Kecamatan Kandangserang, Doro, Wonopringgo dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Pekalongan.

“Dari 1 September sampai akhir September masih terus kita lakukan droping ke wilayah di Kabupaten Pekalongan. Dan kita berdoa agar segera turun hujan,” tandasnya.

“Khusus hari ini (kemarin, red), dua tangki air bersih kita drop untuk desa Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Desa Legokgunung dan Galang Pengampon Kecamatan Wonopringgo. Jadi total hari ini ada 6 tangki air yang kita bagikan,” terangnya.

Saat ini memang beberapa daerah masih kesulitan mendapatkan air bersih, karena sulitnya mencari sumber air, untuk minum dan lain lain. Menurut informasi BMKG memperkirakan musim kering ini diperkirakan hingga akhir bulan September.

Ada dua dampak yang terjadi dari kemarau ini, yaitu yang pertama berkaitan dengan sector pertanian, dimana terjadi permasalahan puso, gagal panen, atau bisa panen tapi kurang maksimal. “Dampak lain adalah pemenuhan kebutuhan air bersih, untuk itu perlu dilakukan droping,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Pekalongan, setidaknya ada delapan desa yang terdampak kekeringan di Kota Santri. Di antaranya, Desa Kesesi, Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Desa Sawangan Kecamatan Doro, Desa Galangpengampon, Desa Legokgunung Kecamatan Wonopringgo, Desa Luragung Kecamatan Kandangserang, Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni dan Desa Pegadon Kecamatan Karangdadap. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments