Radar Kajen

Piye Kiye, Pedagang di Pasar Darurat Mengeluh Sepi Omset

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi pedagang Pasar Kedungwuni, siang kemarin (30/8). Triyono, Kedungwuni

Piye Kiye, Pedagang di Pasar Darurat Mengeluh Sepi Omset

TINJAU – Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti saat meninjau kondisi Pasar Darurat Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Sejumlah pedagang di Pasar Darurat Kedungwuni, mengeluhkan beberapa hal, mulai dari saluran air yang tidak lancar hingga penurunan omzet. Mendengar keluhan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi real yang dialami para pedagang, siang kemarin (30/8).

Kedatangan Arini pun disambut sejumlah pedagang setempat. Mereka mengadu beberapa hal yang menjadi keluhan selama ini pasca pindah dari pasar induk ke pasar darurat.

“Ada beberapa poin yang menjadi keluhan pedagang. Di antaranya tanah yang berdebu lantaran kondisi cuaca cukup panas, kebersihan, hingga masalah urusan tempat ibadah atau musala dan kamar kecil,” kata Wabup Arini, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, pedagang yang mengeluhkan penurunan omzet lantaran tidak semua pedagang enggan pindah di lahan pasar darurat ini. “Saya sengaja turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi yang ada. Bukan karena informasi, katanya, katanya saja,” kata dia.

Menurutnya, menanggapi adanya berbagai keluhan dari pedagang ini pihaknya bersama dinas terkait akan melakukan rapat agar segera dilakukan solusi. Sehingga diharapkan masyarakat maupun pedagang nyaman dalam berbelanja serta geliat ekonomi semakin tumbuh.

“Kami akan atur jadwal membahas permasalahan ini. Sembari menunggu waktu yang tepat, untuk sementara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pekalongan juga saya minta turun ke lapangan. Silahkan jalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya. Kepada masyarakat maupun pedagang, dihimbau agar bersabar,” tandasnya didampingi Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hari Suminto.

Sementara itu salah seorang perwakilan pedagang Laminten (45) mengatakan, para pedagang berharap pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan permasalahan yang ada, agar pendapatan kembali normal.

“Kami terimakasih kepada Bu Arini yang telah bersedia meninjau langsung kondisi lapangan. Walaupun menempati pasar darurat diharapkan kondisinya bisa nyaman buat pedagang maupun masyarakat sebagai pembeli,” ungkapnya. (*)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments