Radar Pendidikan

Siapkan Mahasiswa Songsong Era Revolusi Industri 4.0

Siapkan Mahasiswa Songsong Era Revolusi Industri 4.0

SERAHKAN – Rektor IAIN Pekalongan Dr H Ade Dedi Rohayana MAg menyerahkan kenang-kenangan kepada Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud Phd, dalam studium general dan pengukuhan mahasiswa baru IAIN Pekalongan tahun akademik 2018/2019 di Kampus I, Kota Pekalongan, Kamis (30/8).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – IAIN Pekalongan sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) patut diapresiasi karena telah menyiapkan para mahasiswanya untuk siap menyongsong era revolusi industri 4.0.

Dengan berbagai program pembelajaran yang aplikatif, didukung dengan semangat entrepreneurship, dan kepribadian yang baim, maka diharapkan lulusannya akan siap dalam menghadapi persaingan global di era-era mendatang.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Diklat dan Litbang Kemenag RI, Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud Phd, ketika menjadi narasumber pada studium general dan pengukuhan mahasiswa baru IAIN Pekalongan tahun akademik 2018/2019 di Kampus I Jalan Kusuma Bangsa No 9 Kota Pekalongan, Kamis (30/8).

Pada orasi ilmiah di studium general dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Membentuk Generasi Milenial yang Memiliki Keunggulan Kompetitif dan Komparatif di Era Revolusi Industri 4.0” itu, Prof Abdurrahman Mas’ud memaparkan tentang permasalahan-permasalahan yang masih dihadapi perguruan tinggi dewasa ini. Salah satunya adalah ilmu yang diperoleh masih terlalu umum, tidak aplikatif.

Selain itu ada kecenderungan lain yang harus diwaspadai, yakni masih berorientasi hanya mengejar ijazah, bukan mengejar ilmu. “Inilah yang harus kita waspadai dan kita ubah. Insya Allah dengan apa yang ada di IAIN Pekalongan, akan aplikatif. Salah satunya adalah adanya entrepreneurship, kemandirian. Ini menjadi paradigma baru di perguruan tinggi kita,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof Abdurrahman juga mengingatjan agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) baik negeri maupun swasta harus selalu menebarkan semangat Islam Moderat dan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dalam semua proses pembelajarannya.

“Menebarkan Islam Moderat dan Rahmatan Lil ‘Alamin ini penting dilakukan kita semua dan seluruh stakeholder demi mendukung kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Dia mengingatkan, berdasar penelitian lembaganya di tahun 2013 silam, menunjukkan hal yang agak mengkhawatirkan. Sebab, ada potensi radikalisme di perguruan tinggi agama, angkanya mencapai 10 persen. “Ini disumbangkan oleh pemahaman keagamaannya yang eksklusif, yang intoleran. Ini yang harus kita waspadai bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Pekalongan Dr H Ade Dedi Rohayana MAg menyatakan dalam setiap fakultas diwajibkan mematuhi visi misi kampus yakni ‘nationality’, dimana memiliki kecintaan terhadap NKRI. Pihaknya yakin, melalui upaya tersebut, adanya paham-paham radikal maupun intoleran dapat ditepis. Apalagi, kata dia, salah satu tagline IAIN Pekalongan yakni ‘Nationality’.

Studium general kemarin diawali dengan pembacaan khataman Alquran, dzikir bersama, dan salawat. Kemudian ilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Prof H Abdurahman Mas’ud Phd. “IAIN Pekalongan ingin menjadikan generasi yang memiliki spiritulitas yang baik, sehingga sebelum memasuki kuliah dibekali kerohanian, spiritualitas, maupun kepribadian yang bagus,” terangnya.

Pada studium general ini, juga diisi dengan penandatanganan MoU antara IAIN Pekalongan dengan Balai Diklat dan Litbang Kemenag RI dan dengan BNN Batang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE, Ketua BNN Batang Drs Teguh Budi Santoso, Kasek MA/SMA/SMK mitra IAIN Pekalongan, unsur pimpinan IAIN Pekalongan, para dosen serta ribuan mahasiswa baru.

Studium general kemarin juga cukup menarik. Seluruh dosen dan mahasiswa baru IAIN Pekalongan mengenakan sarung batik, sebagai wujud dukungan dan ikut mengangkat batik sebagai ciri khas Pekalongan. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments