Radar Pendidikan

Hb dan Gigi Siswa Sekolah Ini Dicek Secara Rutin

Hb dan Gigi Siswa Sekolah Ini Dicek Secara Rutin

DIPERIKSA – Siswa SMP NU Karangdadap tengah diperiksa oleh petugas puskesmas, Rabu (29/8).
FAKHRUN NISA

KARANGDADAP – Siswa SMP NU Karangdadap mengikuti pemeriksaan Hemoglobin (Hb) serta gigi dan mata, Rabu (29/8). Kegiatan itu merupakan program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Puskesmas Karangdadap. Selain pemeriksaan, tim dari puskesmas juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada siswa.

Demikian disampaikan Petugas Puskesmas Karangdadap, Nur Sakinah. Selain SMP NU Karangdadap, Tim Puskesmas Karangdadap juga melakukan pemeriksaan ke SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se Kecamatan Karangdadap secara berkala.

“Mulai ajaran baru ini kami mengadakan pemeriksaan ke sekolah secara berkala dari Agustus, September, Oktober, dan November. Ada kegiatan penyuluhan kesehatan anak sekolah, kegiatan penjaringan anak sekolah, ada pemeriksaan gigi, mata, juga pemeriksaan Hb remaja putri untuk mengetahui kadar Hb mereka,” ujar Sakinah, sapaan akrabnya.

Tim yang diterjunkan ke sekolah terdiri dari petugas perawat gigi, petugas promosi kesehatan, dokter, dan perawat. Dalam seminggu biasanya tim puskesmas akan berkunjung ke tiga sekolah. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa supaya bisa mencegah timbulnya penyakit.

“Ada jadwalnya masing-masing, biasanya seminggu tiga kali keluar karena kami juga harus memberikan pelayanan di puskesmas. Dari pemeriksaan ini barangkali ditemukan kelainan bisa dideteksi sejak awal, misal mata barangkali ada pengurangan ketajaman atau jarak pandang yang tidak normal, itu bisa diketahui,” jelas Sakinah.

Selain memeriksa gigi, mata, dan Hb, tim puskesmas juga memeriksa kebersihan kuku, rambut, dan lain-lain. Selama melakukan pemeriksaan, Sakinah mengungkapkan belum menemukan deteksi penyakit yang berbahaya.

“Enggak ada yang aneh, paling kalau di SD anak-anak agak susah diatur. Kalau di SMP juga butuh tenaga ekstra, sedangkan di SMA kami juga memberikan penyuluhan dengan bahasa yang mudah mereka pahami sesuai usia siswa SMA. Kalau ada yang perlu dirujuk atau butuh pemeriksaan lebih lanjut kami koordinasikan dengan pihak sekolah,” tandas Sakinah. (run)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments