Radar Pendidikan

Sholat Berjamaah Jadi Poin Penting Jamran

Sholat Berjamaah

MELAKSANAKAN – Kwartir Ranting Buaran melaksanakan Jamran di Lapangan Sepakbola Pakumbulan, Kamis (30/8).
FAKHRUN NISA

BUARAN – Kwartir Ranting (Kwarran) Buaran melaksanakan Jambore Kwarran (Jamran) selama tiga hari pada Selasa (28/8) hingga Kamis (30/8) di Lapangan Pakumbulan. Acara diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya perlombaan, pertemuan pramuka dewasa, sholat berjamaah, dan lain sebagainya.

Ketua II Pelaksana Kegiatan, Ahmad Ihsanudin, menuturkan sholat berjamaah menjadi poin penting dalam penilaian peserta pada Jamran kali ini. Setiap sholat lima waktu dilaksanakan secara berjamaah di sekretariat panitia.

“Penilaian tidak hanya di lomba, tetapi juga pada keikutsertaan peserta dalam sholat berjamaah. Karena sholat jamaah itu yang paling inti. Setelah sholat berjamaah kami hitung peserta yang ikut. Jadi, meskipun rajin dan menang di berbagai lomba, tapi kalau sholat jamaahnya bolong-bolong maka itu jadi catatan khusus dan tidak bisa menjadi peserta tergiat walaupun nilainya tinggi,” ujarnya kepada Radar, Kamis (30/8).

Disebutkan, ada lima lomba yang dilaksanakan yakni lomba pionering, dragbar, penjelajahan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan seni. Dalam lomba seni, siswa diharuskan menyanyikan lagu pramuka dengan iringan musik nonelektrik. Jamran Kwarran Buaran diikuti oleh 6 SD, 11 MI, dan 5 SMP/MTs. Setiap pangkalan diminta untuk mengirikan delegasi 10 putra dan 10 putri.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini setiap gugus depan (gudep) akan mendapatkan trofi penghargaan atas partisipasinya dalam mengikuti Jamran. Meski begitu, trofi penghargaan akan dibedakan ke dalam tiga kategori, yakni A, B, dan C. Penilaian tersebut juga berpedoman pada pelaksanaan sholat lima waktu yang dijalankan oleh peserta.

“Tidak ada yang pulang dengan tangan kosong karena setiap gudep kami berikan trofi penghargaan. Kami menghargai kedatangan para peserta, dan trofi itu sebagai wujud penghargaan kami karena mereka telah mengikuti kegiatan selama tiga hari,” lanjut Ihsan, sapaan akrabnya.

Melalui kegiatan Jamran, Ihsan berharap para peserta akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sesuai dengan tema kegiatan yakni Rajin, Mandiri, dan Unggul. Ihsan juga berharap setelah kegiatan Jamran setiap pangkalan bisa guyub, rukun, dan saling gotong royong. Penanaman karakter cinta tanah air yang dilakukan di Jamran juga bisa menjadi benteng bagi para peserta dari bahaya radikalisme dan permasalahan lain di Indonesia. (run)

Facebook Comments