Radar Kajen

Angka Kemisikinan Kabupaten Pekalongan 2017 Turun 0,29 Persen

Sri Mulyati

Sri Mulyati

Oleh:
Sri Mulyati

Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai posisi strategis dengan luas wilayah 836,13 km2 terdiri dari 19 kecamatan, 285 desa dan jumlah penduduk sebanyak 886.197 jiwa. Kabupaten Pekalongan terletak di sepanjang pantai utara, berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di bagian barat, Kabupaten Batang di bagian Timur dan Kota Pekalongan.

Terletak di jalur transportasi utama yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Propinsi lainnya, memberikan keuntungan bagi pengembangan potensi ekonomi bagi Kabupaten Pekalongan baik barang maupun jasa.

Potensi ekonomi di Kabupaten Pekalongan belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat karena masih dijumpai penduduk miskin. Berdasarkan hasil survai diketahui persentase penduduk miskin di Kabupaten Pekalongan tahun 2011-2017 seperti dalam tabel berikut:

Tabel Penduduk Miskin

Tabel 1 Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Pekalongan 2011-2017

Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin mengalami penurunan dari tahun 2011 sampai tahun 2014, namun mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi sebesar 12,84% dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2016 menjadi sebesar 12,9%.

Angka jumlah penduduk miskin ini tidak mengalami penurunan yang berarti pada tahun 2017 yaitu sebesar 12,61%. Kemiskinan di Kabupaten Pekalongan dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Hal ini sesuai dengan Ala (1981 dalam Sukesi, 2015) yang menyebutkan bahwa penyebab kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu faktor internal yang terdapat dalam diri orang miskin seperti sikap, sifat, karakter dan budaya. Faktor eksternal menyangkut penyebab yang dari luar diri orang miskin seperti perubahan alam, kerusakan alam, kehidupan sosial serta kebijakan dan program pemerintah.

Kemiskinan dapat diketahui dari pengeluaran suatu rumah tangga. Rata-rata pengeluaran untuk makanan lebih besar dari rata-rata pengeluaran non makanan karena penghasilan rumah tangga hanya mampu mencukupi kebutuhan dasar (basic needs). Konsumsi makanan merupakan faktor terpenting merupakan salah satu jenis kebutuhan utama untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Barang konsumsi merupakan barang yang dianggap sebagai kebutuhan untuk menyelenggarakan rumah tangga seperti sandang, perumahan, bahan bakar, dan sebagainya. Jenis konsumsi tergantung pada tingkat pendapatan rumah tangga. Berdasarkan Survei 2017 menunjukkan bahwa pengeluaran makanan sebesar 420,338 lebih besar daripada pengeluaran non makanan 335,680.

Berdasarkan angka pengangguran terbuka Kabupaten Pekalongan tahun 2017 sebesar 4,39, artinya dari 100 penduduk usia 15 tahun ke atas yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa (angkatan kerja) sebanyak 4-5 orang merupakan pengengguran. Tingkat pengangguran terbuka menunjukkan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.

Angka kemiskinan dan pengangguran terbuka merupakan indikator pertumbuhan ekonomi. Kualitas pertumbuhan ekonomi yang rendah terhadap penciptaan lapangan kerja baru dapat disebabkan pendorong pertumbuhan ekonomi tidak lagi oleh industri manufaktur dan padat karya, namun sektor jasa dan industri padat modal yang tidak menciptakan lapangan pekerjaan baru sesuai dengan pertumbuhan angkatan kerja baru.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang melemah mendorong meningkatnya angka kemiskinan. Berdasarkan survai diketahui bahwa jumlah pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pekalongan tahun 2016 sebesar 5,16% lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan ekonomi nasional 2016 sebesar 5,02%. Penyebaran kegiatan ekonomi di daerah mampu memicu pertumbuhan ekonomi domestik. (*)

 

Facebook Comments