Radar Kajen

Lupa Matikan Api Tungku, Rumah Ludes Terbakar

Apes menimpa Sugiyo, seorang buruh warga Dukuh Sumilir Desa Sengare, Kecamatan Talun, Rabu (29/8) pagi. Rumahnya terbakar saat ditinggal mengantarkan anak ke sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 50-an juta. Triyono, Talun

Lupa Matikan Api Tungku, Rumah Ludes Terbakar

LUDES TERBAKAR – Rumah milik Sugiyo, warga Desa Sengare, Kecamatan Talun, ludes terbakar. Api diduga berasal dari tungku dapur rumahnya.
TRIYONO

SI JAGO MERAH MENGAMUK. Ya, kebakaran di Dukuh Sumilir Desa Sengare, Kecamatan Talun, Rabu (29/8), terjadi sekira pukul 08.30 wib. Bermula ketika korban mengantarkan anaknya untuk berangkat ke sekolah. Saat mengantar ke sekolah, diduga korban lupa mematikan api ditungku untuk merebus air.

Diduga karena kayu di tungku terlalu dekat dengan pagar yang terbuat dari kayu, akhirnya dengan mudah merambat. Api membesar dan membakar bagian dapur rumah korban. Saat kobaran api membesar akhirnya ikut membakar seisi rumah.

Sedangkan korban yang baru pulang mengantar anaknya memgetahui rumahnya terbakar langsung berusaha meminta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar kejadian itu berusaha memberikan pertolongan untuk memadamkan api. Namun dikarenakan rumah terbuat dari kayu dan bambu yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar.

Sementara warga sekitar berusaha memadamkam api dengan alat seadanya.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Ipda Akrom ketika dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, adanya kabar rumah warga yang mengalami kebakaran, petugas Polsek Talun dengan cepat mendatangi lokasi.

“Anggota dipimpin Kapolsek Talun, Iptu Edi Yuliantoro, langsung menuju lokasi dan ikut memadamkan api yang membakar rumah milik Sugiyo, seorang buruh yang tinggal di Dukuh Sumilir Rt.002 Rw.001 Desa Sengare Kecamatan Talun,” terangnya.

Sedangkan dari sejumlah keterangan saksi, mengatakan bahwa, kebakaran rumah tersebut diduga dari perapian tungku kayu. Hal tersebut diperkuat dari pengakuan korban sendiri bahwa sebelum kejadian kebakaran terjadi, korban sedang merebus air di tungku dengan menggunakan kayu bakar. Dan saat itu korban meninggalkan perapian untuk mengantar anaknya ke sekolah.

Namun selang beberapa menit dari rumah korban terlihat api sudah di atas rumah bagian milik korban.

“Anggota dengan dibantu warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Selang setengah jam kemudian api bisa dipadamkan.

Dalam Kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun korban Sugiyo mengalami kerugian sekitar Rp. 20.000.000,” terangnya.

Agar tidak terulang kembali kejadian yang sama, Kapolsek Talun Iptu Edy Yuliantoro menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada sebelum meninggalkan rumah.

“Matikan kompor, Cek dan matikan aliran listrik yang tidak digunakan, dan apabila ada stop kontak atau kabel yang sudah tidak layak untuk sesegera mungkin diganti dengan yang baru. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi konsleting hubungan arus listrik yang mengakibatkan kebakaran rumah,”imbau Kapolsek Talun. (yon)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments